Selasa, 21 Agustus 2012

Motinggo Boesye

Motinggo Busye yang bernama asli Bustami Djalid (lahir di Kupangkota, Bandar Lampung, 21 November1937 – meninggal di Jakarta, 18 Juni1999 pada umur 61 tahun) adalah seorang sastrawan terkemuka, sutradara, dan seniman asal Indonesia.

Asal usul

Motinggo lahir dari pasangan Djalid Sutan Raja Alam dan Rabi'ah Ja'kub yang berasal dari Minangkabau. Ibunya berasal dari Matur, Agam dan ayahnya dari Sicincin, Padang Pariaman. Setelah menikah, mereka berdua pergi merantau ke Bandar Lampung. Disana ayahnya bekerja sebagai klerk KPM di Kupangkota, sedangkan ibunya mengajar agama dan Bahasa Arab. Ketika usianya mendekati 12 tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia. Sepeninggal orang tuanya, Motinggo diasuh neneknya di Bukittinggi hingga ia menamatkan SMA disana. Motinggo kemudian melanjutkan pendidikannya ke Fakultas HukumUniversitas Gadjah Mada (tidak tamat).

Nama dan Gelar

Motinggo merupakan nama pena Bustami yang berasal dari Bahasa Minang: mantiko. Kata tersebut memilki makna antara sifat bengal, eksentrik, suka menggaduh, kocak, dan tak tahu malu. Namun mantiko dalam diri Motinggo bukanlah berkonotasi negatif. Untuk itu dia menambahkan kata bungo (bunga) dibelakang nama samarannya itu, sehingga lengkap tertulis Mantiko Bungo (MB). Dari inisial MB inilah akhirnya berkembang nama Motinggo Busye. Selain nama pena dan nama pemberian orang tua, sesuai Adat Minangkabau, Motinggo juga memilki nama dewasa (gelar) yaitu Saidi Maharajo.

Karier

Awal karier Motinggo dalam dunia tulis menulis, dimulai ketika perwira Jepang Yamashita datang ke rumahnya memberi mesin ketik. Mesin itu akhirnya menjadi sahabat Motinggo untuk mencurahkan ide-idenya. Selain itu, persentuhannya dengan buku-buku sastra Balai Pustaka, telah menumbuhkan minatnya untuk terjun di dunia sastra. Dramanya, Malam Jahanam (1958), mendapat Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama Bagian Kesenian Departemen P & K tahun 1958 dan cerpennya, "Nasehat buat Anakku", mendapat hadiah majalah Sastra tahun 1962. Karya-karyanya banyak diterjemahkan ke bahasa asing, antara lain Bahasa Ceko, Inggris, Belanda, Perancis, Jerman, Korea, Jepang, dan Mandarin. Sebagai penyair, karya-karyanya masuk dalam antologi penyair Asia (1986) dan antologi penyair dunia (1990). Sepanjang hidupnya Motinggo telah menulis lebih dari 200 karya yang sampai saat ini masih tersimpan di Perpustakaan Kongres di Washington, D. C.. Di taman kota Seoul, Korea Selatan, namanya terpahat indah di antara 1.000 penyair dunia. Ia juga sempat menjadi redaktur kepala Penerbitan Nusantara (1961-1964) dan Ketua II Koperasi Seniman Indonesia.
Selain terlibat dalam dunia sastra dan drama, Motinggo juga menyukai melukis. Pada tahun 1954, sebuah pameran lukisan di Padang pernah menampilkan 15 lukisan karya Motinggo.

Daftar karyanya yang lain

  • Malam Jahanam (novel, 1962)
  • Badai Sampai Sore (drama, 1962)
  • Tidak Menyerah (novel, 1963)
  • Hari Ini Tak Ada Cinta (novel, 1963)
  • Perempuan Itu Bernama Barabah (novel, 1963)
  • Dosa Kita Semua (novel, 1963)
  • Tiada Belas Kasihan (novel, 1963)
  • Nyonya dan Nyonya (drama, 1963)
  • Sejuta Matahari (novel, 1963)
  • Nasehat buat Anakku (kumpulan cerpen, 1963)
  • Malam Pengantin di Bukit Kera (drama, 1963)
  • Buang Tonjam (legenda, 1963)
  • Ahim-Ha (legenda, 1963)
  • Batu Serampok (legenda, 1963)
  • Penerobosan di Bawah Laut (novel, 1964)
  • Titian Dosa di Atasnya (novel, 1964)
  • Cross Mama (novel, 1966)
  • Tante Maryati (novel, 1967)
  • Sri Ayati (novel, 1968)
  • Retno Lestari (novel, 1968)
  • Dia Musuh Keluarga (novel, 1968)
  • Sanu, Infita Kembar (novel, 1985)
  • Madu Prahara (novel, 1985)
  • Dosa Kita Semua (novel, 1986)
  • Aura Para Aulia: Puisi-Puisi Islami (1990)
  • Dua Tengkorak Kepala (1999).

Lirik JKT48 - Heavy Rotation

One two three four
I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) di dalam benakku
Keras berbunyi irama musikku, heavy rotation

Seperti popcorn yang meletup-letup
Kata-kata suka menari-nari
Wajahmu suaramu selalu ku ingat
Membuatku menjadi tergila-gila

Oh senangnya miliki perasaan ini
Ku sangat merasa beruntung

I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) bertemu denganmu
Semakin dekat jarak di antara kita, maximun high tention

I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) di lubuk hatiku
Rasa sayang yang terus menerus meluap, heavy rotation

Dalam kehidupan setiap manusia
Berapa kali bisa rasakan cinta
Jika ada satu cinta tak terlupa
Ku akan merasa sangat bahagia

Mungkin seperti perasaan sekuntum
Bunga saat dia akan mekar

I feel you (i feel you) i touch you (i touch you)
I hold you (i hold you) di dalam mimpiku
Angan-anganku menjadi semakin besar, oh it’s my imagination

I feel you (i feel you) i touch you (i touch you)
I hold you (i hold you) perasaan ini
Ku sangat ingin mengutarakan padamu, heavy rotation

Yang selalu ku dengarkan favorite song
Seperti lagu yang ku suka
Ku ulang terus tanpa henti twenty four hours a day
Oh baby the only request is you

I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) bertemu denganmu
Semakin dekat jarak di antara kita, maximun high tention

I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) di lubuk hatiku
Rasa sayang yang terus menerus meluap, heavy rotation, heavy rotation

Lirik JKT48 - Ponytail to shushu

Lebih cepat dari hari di kalender
Aku pun menyingsingkan lengan baju
Matahari pun mulai terasa dekat
Ku terasa musim telah mulai berubah
Laut yang biru di tepi pantai itu 

Ingin jumpa denganmu, bertelanjang kaki, bermain air
Poniiteru (terus melambai) dihembus angin
Kamu pun berlari (aku pun berlari) di atas pasir
Poniiteru (terus melambai) kau pun menoleh
Dengan senyumanmu (senyuman musim panas dimulai)

Mentari sinari ruang kelas
Hawa tepat tuk terbuai lamunan
Melihat kamu yang duduk di depanku
Membuat rasa sakit timbul di dada

Walau ku suka namun tak terucapkan
Hanya pada sosokmu ku impikan perasaanku

Poniiteru (membuatku sedih) di dalam mimpi
Seluruh dirimu (seluruh diriku) ingin miliki
Poniiteru (membuatku sedih) cinta tak terbalas
Mata pun bertemu (saat ini kita sebatas teman)

Rambut panjangmu yang terkuncir, ikat polcadot shushu
Ikatan cinta itu takkan bisa ku tangkap
Jika ku sentuh akan menghilang ilusi ini

Poniiteru (janganlah kau lepas) tetaplah begitu
Seperti dirimu (seperti diriku) kita berlari
Poniiteru (janganlah kau lepas) sampai kapanpun
Tetaplah menjadi (si gadis ceria selamanya)

Lalalalalala lalalalala lalalala
Lalalalalala lala lalala lalalala
Lalalalalala lalalalala lalalala
Lalalalalala lala lalala lalalala

Lirik JKT48 - Aitakatta

Aitakatta, aitakatta, aitakatta, yes!
Aitakatta, aitakatta, aitakatta, yes! denganmu

Bersepeda ku menanjaki bukit itu
Sekuat tenaga ku kayuh pedalnya
Angin pun mulai menghembus kemejaku
Ku rasa masih kurang cepat


Akhirnya ku sadari perasaan sebenarnya
Ingin jalani sejujurnya
Hanya di jalan ini ku akan terus berlari


Kamu berharga lebih dari siapa pun
Walau kau tolak tak akan ku sesali
Kamu berharga lebih dari siapa pun
Tadinya ku ingin ungkapkan rasa ini

Jika ku suka kan ku katakan suka

Tak ku tutupi ku katakan sejujurnya
Jika ku suka kan ku katakan suka
Dari hatiku dengan tulus ku katakan

Lalalalala lalalalalalala

Lalalalala lalalalalalala
Lalalalala lalalalalalala
Lalalalala lalalalalalala

Aitakatta, aitakatta, aitakatta, yes!
Aitakatta, aitakatta, aitakatta, yes! denganmu, aitakatta!


Untuk akun Twitter yang terkena SUSPENDED

Ketika akun ada kena suspend kita langsung aja menuju ketempat link ini

http://support.twitter.com/forms/general?subtopic=suspended

Isi form2 yang ada di sana, contoh :

Regarding : Suspended account
Subject : account suspended
Description of problem : Dear twitter, exposed to suspend my account. and I apologize if I am wrong in using twitter. but I do not understand what the error to my account suspended. help me so that my account could be in use again, because this account is the account belongs to the community. thanks very much
Full name : (Nama Twitter Anda)
Twitter username : (Username anda)
Email address : (Email Twitter anda)
Phone number(optional) : (Nomer HP anda)

lalu submit,

setelah itu di email kamu pasti ada balasan apa saja kesalahan2 kita. kita disuruh mereply untuk mengakui dan berhenti dari kesalahan2 tersebut.
lalu bales saja bahwa kita mengakui dan berbuat kesalahan, dan tidak akan melakukan lagi. dulu saya membalas dengan kata ini

I admit to having made ​​mistakes, I will not repeat them

lalu tunggu balasannya, kira kira 14 hari atau lebih akun kita dah di buka kembali.bisa di akses.

via :
http://manqul.wordpress.com/2012/05/11/mengembalikan-akun-twitter-yang-di-suspended/
http://ceritafea.blogspot.com/2012/05/cara-menghilangkan-suspended-acount.html

Minggu, 06 Mei 2012

Biodata Erwin Gutawa

                                                                       Biodata tokoh

Nama Lengkap              : Erwin Gutawa 
Tempat Lahir                 : Jakarta 
Tanggal Lahir                 : 16 Mei 1962 
Agama                          : Islam 
Pekerjaan                      : Produser, Komponis, Konduktor, Penata Musik 
Pendidikan                    : Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1986)
Keluarga Erwin Gutawa
Nama Ayah                   : Gutawa Sumapraja 
Nama Ibu                      : Sariati Kodiat 
Nama Istri                     : Lutfi Andriani 
Nama Anak                   : - Aluna Sagita 
                                      -   Aura Aria

Album Erwin Gutawa   : 

1. Salute to Koes Plus/Bersaudara (2004) 
2. Rockestra (2007)
3. Erwin Gutawa Orchestra dalam A MasterpieceOf Erwin Gutawa (2011)

Ringkasan Biografi Erwin Gutawa

         Erwin Gutawa adalah seorang penata musik, komponis, konduktor, dan pemain bass asal Indonesia.Putra dari pasangan Gutawa Sumapraja dan Sariati Kodiat ini menikah dengan seorang gadis bernama Lutfi Andriani.Mereka di karuniai dua orang anak perempuan, yaitu Aluna Sagita (Gita Gutawa) dan adiknya, Aura Aria (Rara Gutawa). 
          Erwin Gutawa mulai memperoleh pendidikan musik formal dengan mengikuti les piano klasik selama dua tahun, sejak ia masih duduk dibangku kelas 4 SD di Jakarta. Saat kelas 6 SD ia membentuk sebuah band amatir sebagai pemain bass.
           Pria kelahiran Jakarta ini mulai terjun ke industri musik rekaman dan panggung secara profesional pada tahun 1980, sebagai pemain bass dalam grup Transs yang dipimpin oleh Fariz RM. Ketika itu ia masih menjadi pelajar di salah satu SMU di Jakarta. Dalam periode SMU, ia mulai bergaul dengan permainan orkestra untuk musik pop. Ia menjadi pemain bass dalam Orkestra Telerema yang dipimpin oleh Almarhum Bapak Isbandi yang ditayangkan di TVRI. 
        Erwin Gutawa mengawali karir sebagai seorang pemain film pada tahun 1970. Beberapa film yang pernah ia bintangi antara lain: film Sebatang Kara (1973), Jangan Kau Tangisi (1974), Permata Bunda (1974), dan Fajar Menyingsing (1975).
            Setelah selesai kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur, Universitas Indonesia pada tahun 1986, bapak dua anak ini sepenuhnya terjun berkarir di dunia musik. Pada tahun 1985 sampai 1993, Erwin Gutawa bergabung dengan band fusion jazz “Karimata” yang merilis lima album. Grup dengan personel Erwin, Candra Darusman (keyboard), Denny TR (gitar), Aminoto Kosin (piano) dan Uce Haryono (drum, lalu digantikan oleh Budhy Haryono)  tersebut bubar pada tahun 1994. 
       Awal Desember, Erwin Gutawa merilis album paling ambisius sepanjang karir bermusiknya, Rockestra, sebuah album studio berisi repertoar rock tanah air dari empat dekade yang diaransemen ulang olehnya dan dihadirkan secara megah dan epik bersama salah satu orkestra terbaik di dunia, London Symphony Orchestra (LSO). Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal mendasari produksi album Rockestra ini. Sinergi ini membentuk rock epik yang simfonik, sekaligus membuktikan instrumentasi oskestra dapat beradaptasi dalam musik rock. 
          Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal menjadi konsep utama dalam album Erwin Gutawa Rockestra.Sebuah konsep yang bisa dibilang unik dan untuk pertama kalinya hadir di Indonesia, sebuah sinergi yang membentuk rock epik yang simfonik sekaligus membuktikan keampuhan instrumentasi oskestra ketika beradaptasi dalam musik rock. 
       Gagasan membuat Rockestra ini datang tak berapa lama stelah Erwin Gutawa menuntaskan konser Erwin Gutawa Salute to Koes Plus/Bersaudara pada 9 Agustus 2005. Setelah banyak memproduksi konser musik megah dan kolosal, kali ini ia merasa tertantang untuk memproduksi sebuah album studio yang memiliki standar rekaman internasional. Idenya tergolong muluk saat itu.Erwin Gutawa ingin album ini tak hanya berhenti sampai rekaman di luar negeri.Ia sangat berambisi untuk menghadirkan orkestrasi tingkat dunia dan penata rekam internasional demi kesempurnaan albumnya. 
         Penafsiran dan interprestasi Erwin Gutawa terhadap rockestra melahirkan kemasan yang berbeda-beda di setiap lagu di album ini.Materi rock diekspresikan secara berlainan, melalui variasi jenis alat musik yang dilibatkan didalam setiap lagunya serta kuantitas atau banyaknya alat musik yang dimainkan disetiap lagu. 
       Kemampuan Erwin Gutawa sudah sangat membukukan prestasi yang mengagumkan, baik di dalam maupun di luar negeri seperti, sukses meraih penghargaan sebagai Arranger Terbaik, Midnight Sun Song Festival di Finlandia, meraih Double Platinum Award, Produser Rekaman Terbaik AMI Award, Penata Musik Terbaik AMI Award, Karya Produksi Kolaborasi Artis Solo Duo/Grup, Produser Terbaik untuk Album garapannya bertajuk Erwin Gutawa Salute to Koes Bersaudara/Plus dan sebagainya. 
       Pada tahun 1993, ia  mendirikan “Erwin Gutawa Orkestra”. Disinilah karir Erwin mulai menanjak, terbukti dari Orkestra ini ia berhasil mendampingi konser–konser besar seperti Konser Ruth Sahanaya from Finlandia to Cafe (1992), Konser Harvey Malaiholo (1992), BASF Award (1993), Konser Krisdayanti (2001), SCTV Award (2001), dan masih banyak lagi konser–konser besar yang pernah ia dan Erwin Gutawa Orkestra pertunjukkan.
Biografi
Erwin Gutawa
Seorang Penata Musik Indonesia
Erwin Gutawa adalah seorang penata musik, komponis, konduktor, dan pemain bass asal Indonesia.Putra dari pasangan Gutawa Sumapraja dan Sariati Kodiat ini menikah dengan seorang gadis bernama Lutfi Andriani.Mereka di karuniai dua orang anak perempuan, yaitu Aluna Sagita (Gita Gutawa) dan adiknya, Aura Aria (Rara Gutawa).
Erwin Gutawa mulai memperoleh pendidikan musik formal dengan mengikuti les piano klasik sejak ia masih duduk dibangku kelas 4 SD di Jakarta.
Mantan ketua paduan suara yang menjelma menjadi salah seorang musisi terbesar negeri ini menelusuri jejak rock dalam dirinya demi merilis proyek album termahal di Indonesia, yaitu Rockestra. Karir musik Erwin Gutawa berawal jauh sebelum ia menyadari bidang ini akan digelutinya lebih dari separuh usia hidupnya kini. Menjadi musisi di awal tahun 1970 setelah direkrut Pranajaya sebagai anggota paduan suara anak-anak Bina Vokalia.Semasa kecil, Erwin Gutawa sering mengisi acara-acara kenegaraan di Istana Presiden RI.
Erwin Gutawa mengawali karir sebagai seorang pemain film pada tahun 1970-an, beberapa film yang pernah ia bintangi antara lain: Sebatang Kara (1973), Jangan Kau Tangisi (1974), Permata Bunda (1974), dan Fajar Menyingsing (1975).
Awal tahun1980semasa remaja,Erwin Gutawa membentuk sebuah band dan meraih gelar Pemain Bass Terbaik dalam kompetisi band antar SMA se-Jakarta. Ia bahkan sempat bergabung dengan Fariz RM dalam grup barunya Transs. Tetapi sayang, Erwin hanya bertahan satu setengah tahun saja.Selain bermain bass, ditahun 1982 ia juga memulai debut arranger untuk album Transisi milik Atiek CB.
Petualangan Erwin Gutawa selanjutnya bergabung dengan Orkes Telerama pimpinan Isbandi atas rekomendasi drummer senior Jimmy Manoppo.Disinilah untuk pertama kalinya Erwin Gutawa terpikat dengan musik orkestra yang kelak dominan mewarnai karir musikalnya.Bapak Isbandi-lah yang memberikan pengalaman pertama membuat aransemen musik untuk lagu yang dibawakan oleh orkestra.Ia harus membuat aransemen lagu Tudung Periuk yang berhasil diselesaikan dalam waktu 10 hari.
Setelah selesai kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur, Universitas Indonesia pada tahun 1986, bapak dua anak ini tertarik dengan musik-musik kord miring setelah mendapat sedikit pengetahuan dari Dodo Zakaria. Bosan memainkan lagu orang, Erwin Gutawa bersama Candra Darusman, Aminoto Kosin, Uce Haryono dan Denny TR pada bulan November 1985 membentuk grup jazz fusion Karimata yang merilis lima album dan sempat show di North sea Jazz Festival, Belanda.Namun band tersebut bubar pada tahun 1993.
Awal tahun 1990 Erwin Gutawa ikut mempelopori pembentukan trend orkestra pop di Indonesia. Debutnya sebagai konduktor terjadi di tahun 1992 saat memimpin orkestra untuk acara Citra Pariwara.Pada tahun 1993, dirinya mendirikan “Erwin Gutawa Orkestra”. Disinilah karir Erwin mulai menanjak, terbukti dari Orkestra ini ia berhasil mendampingi konser-konser besar seperti Konser Ruth Sahanaya from Finlandia to CafĂ© (1992), Konser Harvey Malaiholo (1992), BASF Award (1993), Konser Krisdayanti (2001), SCTV Award (2001), Konser Chrisye, Siti Nurhaliza, hingga 3 Diva, dan masih banyak lagi.
Belum termasuk album-album dengan pengaruh orkestrasinya seperti Badai Pasti Berlalu, Erwin Gutawa Instrumentalia hingga Salute to Koes Plus/Bersaudara. Sebuah karir musik spektakuler yang boleh jadi tak pernah di duga dirinya atau sang bunda tentunya.
Awal Desember, Erwin Gutawa merilis album paling ambisius sepanjang karir bermusiknya, Rockestra.Sebuah album studio berisi repertoar rock tanah air dari empat dekade yang diaransemen ulang olehnya dan dihadirkan secara megah dan epik bersama salah satu orkestra terbaik di dunia, London Symphony Orchestra (LSO). Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal mendasari produksi album Rockestra ini. Sinergi ini membentuk rock epik yang simfonik, sekaligus membuktikan instrumentasi oskestra dapat beradaptasi dalam musik rock.
Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal menjadi konsep utama dalam album Erwin Gutawa Rockestra.Sebuah konsep yang bisa dibilang unik dan untuk pertama kalinya hadir di Indonesia, sebuah sinergi yang membentuk rock epik yang simfonik sekaligus membuktikan keampuhan instrumentasi orkestra ketika beradaptasi dalam musik rock.
Penafsiran dan interprestasi Erwin Gutawa terhadap rockestra melahirkan kemasan yang berbeda-beda di setiap lagu di album ini.Materi rock diekspresikan secara berlainan, melalui variasi jenis alat musik yang dilibatkan didalam setiap lagunya serta kuantitas atau banyaknya alat musik yang dimainkan disetiap lagu.
Proses produksi selama 10 bulan menjelajah hingga 4 benua, tracking distudio Aluna dan Antasari di Indonesia, pengisian orkestra disalah satu studio terbesar didunia yaitu Abbey Road Studio London (Tempat rekaman The Beattles dan artis serta musisi kelas dunia), mixing di 301 studio Sydney, dan mastering di Sterling Sound studio, New York, USA.
Ini adalah usaha maksimal untuk mendapatkan hasil optimal dalam mengejar standar produksi setara dengan produksi rekaman internasional. Yang menjadi kebanggaan dari album ini adalah keterlibatan London Sympony Orchestra, salah satu orkestra terbaik di dunia, yang mengisi orkestra dalam pembuatan film-film besar seperti Harry Potter, keenam film Star Wars, Lord Of The Ring, Indiana Jones dan sebagainya, juga dalam rekaman album musisi kelas dunia seperti Deep Purple. Di album ini dilibatkan tujuh vokalis papan atas dari negeri ini, penyanyi-penyanyi rock legenda yang karismatik antara lain, Ahmad Albar dan Nicky Astria.
Ada penampilan mengejutkan yang ditunjukkan oleh Pinkan yang selama ini terkenal sebagai penyanyi pop. Penyanyi pop ternyata bisa tampil ngerock dan juga sudah menjadi keharusan untuk mengikut sertakan penyanyi-penyanyi rock dan pop rock yang tengah marak saat ini antara lain, Arman Maulana, Andi/Rif, Roy Boomerang dan Kikan.
Selain itu dengan bangga memperkenalkan bakat-bakat baru dari hasil audisi seperti Ryo Domara dan Yopie Mata. Musisi-musisi berbakat ikut memberikan energy positifnya demi album rockestra ini, diantaranya adalah Pay Bip, Andra Ramadhan, Edi Kemput, Hendri Lamiri, Andi Ayunir dan Wawan. Seluruhnya menyumbangkan talentanya dalam 13 buah lagu dalam riuhnya album rockestra ini.
Ide menggabungkan musik rock dengan orkestra dalam sebuah album studio memang bukan ide baru atau prinsinal. Di tahun 1969, Jon Lord dan Deep Purple pernah merilis album bertajuk Concerto For Group and Orchestra yang 30 tahun kemudian mereka rekam kembali di album berjudul Deep Purple In Concert with the London Symphonic Orchestra. Begitu pula album S&M (Symphony & Metallica – Red) dimana Metallica berkolaburasi dengan San Fransisco Symphony di akhir tahun 1999.Masih banyak lagi proyek serupa lainnya dari band – band rock dunia.Rockestra sendiri sebelumnya pernah menjadi judul konser Erwin Gutawa di Plennary Hall, Jakarta Convention Centre pada 3 November 2000. Saat itu Erwin Gutawa dan EGO (Erwin Gutawa Orchestra) menghadirkan kolaburasi antara rock dan orkestra bersama band – band rock papan atas tanah air seperti Slank, Gigi dan Dewa. Judul konser yang mencatat sukses tersebut lantas digunakan kembali oleh Erwin Gutawa enam tahun berikutnya.Judul yang sederhana namun keren. Orang yang membaca judulnya akan tau apa yang dimaksud dan tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi.
Gagasan membuat Rockestra ini datang tak berapa lama setelah Erwin Gutawa menuntaskan konser Erwin Gutawa Salute to Koes Plus/Bersaudara.Pada 9 Agustus 2005. Setelah banyak memproduksi konser musik megah dan kolosal, kali ini ia merasa tertantang untuk memproduksi sebuah album studio yang memiliki standar rekaman internasional. Idenya tergolong muluk saat itu.Erwin Gutawa ingin album ini tak hanya berhenti sampai rekaman di luar negeri.Ia sangat berambisi untuk menghadirkan orkestrasi tingkat dunia dan penata rekam internasional demi kesempurnaan albumnya.
Proyek Mega-Biaya ini kemudian ia konsultasikan dengan para eksekutif label Sony BMG Music Entertainment Indonesia yang diluar dugaan ternyata sangat mendukung ide gila Erwin Gutawa. Berbekal biaya produksi dari label dan sponsor (tidak sampai satu milyar rupiah) maka dimulailah petualangan Erwin Gutawa episode Rockestra.
Proses awal yang dilakukan Erwin Gutawa adalah melakukan riset dan menyeleksi lagu – lagu rock nasional dari empat dekade yang layak di aransemen ulang dan direkam ke album ini. Ia dibantu kolektor musiklokal dan pengamat musik terkemuka seperti Denny Sakrie dan Denny MR pada proses ini.
Materi lagu rock era 70 (Malaria, Hilangnya Seorang Gadis, Jenuh, Kemarau), era 80 (Kehidupan), era 90 (Rock Bergema, Kuingin, Jangan Ada Angkara) yang dipilih adalah lagu-lagu yang memiliki lirik dengan makna yang luas mengenai kehidupan sosial serta kepedulian terhadap lingkungan.Dan juga materi lagu dari era 2000 (Kasih Tak Sampai, Bendera), dan ditambah dua buah lagu baru (Perang Dengan Hati, Sesal). Mastermind dibalik labum ini tak lain adalah musisi-musisi/arranger terbaik yang dimiliki negeri ini, Erwin Gutawa yang juga bertindak sendiri sebagai produser album rockestra ini.
Kemampuan Erwin Gutawa sudah sangat membukukan prestasi yang mengagumkan baik di dalam maupun diluar negeri seperti, sukses meraih penghargaan sebagai arranger terbaik, Midnight Sun Song Festival di Finlandia, meraih Double Platinum Award, Produser Rekaman Terbaik AMI Award, Penata Musik Terbaik AMI Award, Karya Produksi Kolaborasi Artis Solo Duo/Grup, Produser Terbaik untuk Album garapannya bertajuk Erwin Gutawa Salute to Koes Bersaudara/Plus dan sebagainya. Dalam merealisasikan idealisme ini, Erwin didukung sepenuhnya oleh SONY BMG MUSIC ENTERTAIMENT INDONESIA untuk menggabungkan instrumentasi music rock dengan instrumentasi orchestra didalam album ROCKESTRA.

Beberapa contoh lagu yang pernah di bawakan oleh Erwin Gutawa antara lain:



Andaikan Kau Datang
(Erwin Gutawa Ft. Ruth Sahanaya)
Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau ku tinggalkan

Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dansayangmu
Setulus pesanmu kepadaku
Engkau kan menunggu

Andaikan kau datang kembali
Jawaban apa yang kan ku beri
Adakah cara yang kau temui
Untuk kita kembali lagi

Bersinarlah bulan purnama
Seindah serta tulus cintanya
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini ku akhiri

Why Do You Love Me
(Erwin Gutawa Ft. Rio Febrian)

The time has come
That we must be apart
The memory is still in my mind
But you have gone
And you leave me alone

Reff:
Why do you love me
So sweet and tenderly
I do everything
To make you happy

But now everything
It’s only a dream
A dream that never comes
I only wait
Till true love will come

Album-album Karya Erwin Gutawa:
Salute to Koes Plus/Bersaudara (2004), Rockestra (2007), Erwin Gutawa Orchestra dalam A Masterpiece Of Erwin Gutawa (2011)

Penghargaan:
Penata Musik Terbaik Versi BASF (1989), Penata Musik Terbaik Midnight Sun Song Festival Finlandia (1992), Penata Musik dan Produser Terbaik AMI untuk Album Kala Cinta Menggoda (1997-1998), Penata Musik Terbaik AMI Album Badai Pasti Berlalu (2000), Penata Musik Terbaik AMI Album Instrumentalia (2001), Penata Musik Terbaik AMI Lagu Biarlah Menjadi Kenangan (2001), Penata Musik Terbaik versi Majalah News Musik (2001), Produser Terbaik untuk Album garapannya bertajuk Erwin Gutawa Salute to Koes Bersaudara/Plus (2004), Meraih Double Platinum Award, Produser Rekaman Terbaik AMI Award (2005), Penata Musik Terbaik AMI Award (2005), Karya Produksi Kolaborasi Artis Solo Duo/Group.

Sikap tokoh yang dapat diteladani:
1.      Merupakan sosok guru dan ayah yang baik 
2.      Bersikap profesional 
3.      Percaya diri 
4.      Pantang Menyerah 
5.      Selalu mencoba dan tidak takut gagal