Senin, 30 November 2015

Produk Olahan Tuna Murah Meriaaaah!!!

Kuuuuuuy di order, produk olahan dari ikan tuna. tanpa bahan bahan kimia apapun. alami dan sehat. harga murah meriah.
Cp : 089637785039

Bakso Tuna

 Kakinaga Tuna

Lumpia Tuna

Nugget Tuna

Otak otak Tuna


Pangsit Tuna


Risoles Tuna

Tahu Tuna

Tempura Tuna

Minggu, 29 November 2015

IKAN DIJUAL MURAH!!!!

Kuy broh sist, jual ikan . siapa tau minat, ping. eh personal massage maksudnya.



Lobster : Rp.10.000

Oscar : Rp 15.000

Platy : Rp 5.000

Jumat, 25 Juli 2014

Macam Macam Puasa Wajib dan Sunah

Puasa Ramadhan
Puasa NadzarNawaitu Shauma Nadzri Lillahi Ta'ala
Puasa KafaratNawaitu Shauma Kafaarati Lillahi Ta'ala
1.   Puasa Muharrom (Bulan Muharrom)Nawaitus Shauma fi syahri Muharrom sunnatan lillahi ta'ala
2.   Puasa Assyuro’ (Tgl 9,10,11 Muharrom) : Nawaitu Shauma 'Asyura Lillahi Ta'ala
3.   Puasa RajabNawaitu Shauma Syahri Rajab Lillahi Ta'ala
4.   Puasa Sya’ban (Perbanyak)Nawaitu Shauma Syahri Syaban Lillahi Ta'ala
5.   Puasa enam hari di bulan Syawal (Bebas 6 kali di bulan Syawal) Nawaitu Shauma Syahri Syawwal Sunnatan Lillahi Ta'ala
6.   Puasa tanggal 1 sapai 7 DzulhijjahNawaitu Shauma Syahri Dzilhijjah Sunnatan Lillahi Ta'ala
7.   Puasa Tarwiyah (Tgl 8 di bulan Dzulhijjah)Nawaitu Shauma Tarwiyah Sunnatan Lillahi Ta'ala
8.   Puasa hari Arafah (Tgl ke 9 di bulan Dzulhijjah) Nawaitu Shauma Arafah Sunnatan Lillahi Ta'ala
9.   Puasa Senin dan KamisNawaitu Shauma Yaumul Isnain Sunnatan Lillahi Ta'ala
10. Puasa tengah Bulan (Tiap tgl 13,14,15 bulan Qomariyah)Nawaitu Shauma Ghodiin an ada'i sunnatun ayyamil Biidh lilahi ta'ala
11. Puasa Dawud (Selang Seling) Nawaitu Shauma Dawud Sunnatan Lillahi Ta'ala

Itu tadi di atas macam macam puasa dari yang wajib sampai yang sunah, itu juga udah di urutin menurut bulan qomariyah. Kalo ada yang salah mohon koreksi

Kamis, 24 Juli 2014

Game Karaoke Online

Sebelumnya, kamu suka nyanyi? suka karaoke-an? kalo suka tepat banget buat kamu. ini ada Game Karaoke Online, yaitu ShowTime (Ayosing)... disini kamu bisa nyanyi karaokean di kamar, bebas dimana aja asal ada Internet! namanya juga game online. Di game ini, kamu juga bisa dengerin suara temen kamu yang nyayi, jadi di dalam room itu jika kamu capek nyanyi, kamu bisa hanya denger suara temen kamu yg lagi nyanyi, begitupun sebaliknya jika temanmu lelah & kamu bernyanyi suara kamu bakal ke dengeran 
sama dia seru kan? 

Disini kamu harus nyiapin :
-Koneksi Internet (yang pasti)
-Headset yang ada "Microphone"! 
cek di sini 
-ID untuk login (Rp 50.000/ID)
-Software game itu sendiri kamu harus punya

Nah, sekarang penjelasan yang diatas deh ...
Pertama Koneksi internet, bebas dr mana aja, yg penting halal biar kamu bisa main game ini :D
Terus, jadi tau kan bedanya Headset, Earphone Dllnya?? yaaaa kalo karaoke pasti yang di butuhin Microphone, nah kan Headset ada tuh Mic nya, jadi bisa kok pake itu.
Lalu, namanya juga game online kan? game online itu rata rata harus memilikin ID(akun) untuk bisa main game itu. di game ini sendiri, kamu hanya harus membayar 50.000 ribu buat 1 ID untuk selamanya! iya selamanya kok bebas kamu mau main 24jam karaokean juga boleh. kalo dulu sebelum 50.000 untuk selamanya, kamu harus bayar 50.000/bulan, lumayan kan ?
untuk membuat ID nya silakan di 
cek di sini di situ kamu udah di jelasin semuanya hehe
Selanjutnya, untuk software nya itu sendiri, kamu sms aja ke 089637785039 dengan memberi Email kamu, nanti akan ane kirimin, ga perlu donload, install segala macem
oh iya, untuk pengaturan Microphone sendiri kamu bisa atur di "Control panel > Sound > Recording > Klik Microphone > Klik Level > Fullin deh tuh Microphone & Microphone boost nya > Oke > Selesai" 



Dijamin game ini Asyiiiikkkk bangeeeett, Ayooooo selamat mencoba !!! Keluarkan suara indah mu! Aku tunggu kamu menjadi bagian dari game ini:)




Rabu, 01 Januari 2014

Contoh Surat Izin Kuliah

Kepada
Yth ibu Endang
Di
Tempat

Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini
Nama                    :  Fajar Dwisepto
NIM                     :  135040800111063
Jurusan                  :  Agrobisnis Perikanan
Memohon izin untuk tidak mengikuti mata kuliah Ibu (Bahasa Insonesia) pada tanggal
30 September 2013, karena harus menghadiri acara penting keluarga saya.
Sehubungan dengan ketidak hadiran saya pada hari tersebut, jika ada tugas kuliah maka akan saya kumpulkan pada pertemuan selanjutnya.  Terimakasih atas perhatian dan kebijakan ibu.
Salam

Malang . 29 September 2013

       Fajar Dwisepto

Minggu, 03 Maret 2013

Globalisasi Teknologi Informasi

Kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat membuat bola dunia terasa makin kecil dan ruang seakan menjadi tak berjarak lagi. Cara pandang terhadap duniapun sudah berubah. Teknologi informasi dalam perubahan cara pandang itu telah menjadi ujung tombak berbagai perubahan lain yang dirasakan manusia di muka bumi ini. Namun, perubahan macam apa yang diciptakan dan ke arah mana perubahan itu berjalan? Siapa yang diuntungkan dan siapa pula yang dirugikan?
Globalisasi jaringan informasi mengakibatkan masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levis, atau hamburger melanda pasar dimanamana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desamenuju pada selera global.
Teknologi Informasi (TI) yang kini berkembang amat pesat, tak bisa dipungkiri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap seluruh proses globalisasi ini. Mulai dari wahana TI yang paling sederhana berupa perangkat radio dan televisi, hingga internet dan telepon gengam dengan protokol aplikasi tanpa kabel (WAP), informasi mengalir dengan sangat cepat dan menyeruak ruang kesadaran banyak orang. Perubahan informasi kini tidak lagi ada dalam skala minggu atau hari atau bahkan jam, melainkan sudah berada dalam skala menit dan detik.
Aspek Positif
  1. Memudahkan kita dalam mencari informasi tentang apapun.
  2. Masyarakat dapatberkomunikasi tanpa batasan.
Aspek Negatif
  1. Terjadinya kesenjangan ekonomi akibat dari kekalahan berkompetensi dalam bidang teknologi.
  2. banyak tenaga manusia di buat menjadi tenaga mesin 1 berbanding 10 yang akhirnya melambungnya tingkat pengangguran dan kemiskinan

MAFIA YANG MEMBUAT INDONESIA GAGAL JUARA AFF 2010??



          MAFIA YANG MEMBUAT INDONESIA GAGAL JUARA AFF 2010??


           
1 Desember 2010, dimana itu hari yang sangat berarti untuk para penikmat sepakbola di Indonesia maupun Negara lain, termasuk saya sendiri. Ya karna hajatan sepakbola asia tenggara terbesar (AFF SUZUKI CUP) yang dulu bernama Tiger cup  resmi di mulai. Indonesia dan Vietnam menjadi tuan rumah acara ini. Indonesia sendiri berada di Grup A bersama Malaysia, Thailand, Laos. Dan tuan rumah Vietnam berada di Grup B bersama Filiphina, Singapura dan Myanmar.
          Pada pertandingan pertama Indonesia melawan musuh yang dianggap menjadi musuh paling berat di grup A yaitu Malaysia. Saya menunggu pertandingan ini sejak masih di sekolah, sepulang sekolah jam semakin mendekatkan saya kepada laga itu, karna saya sebagai penikmat sepakbola di Indonesia. Pukul 19.00 wib di jam saya, ya pertandingan itu di mulai, saya menonton lewat layar tv di rumah. Selama pertandingan saya menikmatinya, dan hasil akhir Indonesia menang 5 – 1 melawan Malaysia dengan gol yg di cetak oleh own goal pemain Malaysia, Gonzales, M.Ridwan, Arif Suyono, dan pemain naturalisasi yang waktu itu sedang naik daun yaitu Irfan Bachdim. Saya menunggu idola saya di pertandingan ini, Sayang idola saya Bambang Pamungkas tidak main saat itu.
          Pertandingan ke dua Indonesia 4 Desember, Indonesia bertemu Laos di GBK. Saya yang sangat ingin memonton pertandingan ini kebetulan pagi pagi saya mendapat sms ajakan dari teman saya yaitu Nami. “Bro, mau nonton Indonesia vs Laos gak nanti” ujar Nami, yang pada saat itu beli tiket pada hari H adalah hal yang sangat mudah. “kebetulan banget nih bro lu ngajak, yaudah ayok” saya langsung jawab. Sorenya, saya janjian dengan Nami di POM bensin untuk pergi bareng bersama dia. Sesampainya di GBK sekitar jam 3 saya langsung mencari tiket di parkir timur senayan. Untungnya masih ada, belum habis. Saya membeli tiket paling murah saat itu yaitu 30 ribu  waktu itu di tribun atas. Sambil menunggu pertandingan itu di mulai, kami solat ashar dan menunggu pertandingan itu di masjid Al-Bina. Saya mencari jersey timnas di sekitar GBK untuk di gunakan pada saat nanti timnas bertanding. Ya ini jersey pertama saya dengan lambang garuda di dada. Sekitar jam 5, pintu gerbang sudah di buka. kami yang bosan karna tidak jelas di sekitaran masjid akhirnya memutuskan untuk masuk stadion terlebih dulu.
Setelah masuk ke stadion, Nami yang memang sifatnya "agak" narsis memintakan saya untuk mengambil foto dia dengan latar belakang gedung di sekitar GBK, yaudah lah saya ambil beberapa foto menggunakan HP. Setelah itu kami masuk dan mencari tempat yang menurut kami nyaman untuk menonton pertandingan itu. Disana kira kira kami masih menunggu 2 jam lagi untuk kick off laga Indonesia vs Laos. Ya , sambil menunggu itu, kami menonton laga antara Malaysia vs Thailand yang kebetulan berlangsung di GBK juga. Tribun masih kosong, tempat duduk masih tidak berpenghuni. Tapi lama kelamaan pendukung timnas Indonesia memenuhin sebagian tempat duduk dan stadion utama GBK ini.
Jam menunjukan 18.30 wib, scoreboarding terus memutar cuplikan piala AFF itu, dan Timnas Indonesia & Laos memasuki lapangan untuk menjajal lapangan GBK sebelum laga resmi itu mulai. GBK pun bergemuruh dengan nyanyian “GARUDA DI DADAKU GARUDA KEBANGGAANKU KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG” ya, lagu itu wajib dan menjadi nyanyian yang selalu ada di setiap pertandingan Timnas kita. Mendengar itu, bulu tangan saya berdiri karna berapa puluh ribu orang bersatu menyanikan lagu itu tanpa memandang ras, suku, agama maupun klub yang pernah ia dukung sebelumnya. Setelah selesai menjajal rumput GBK, kedua negara ini masuk kembali ke lorong untuk mengatur strategi masing masing negara. Sekitar pukul 18.54, kedua tim memasuki lapangan untuk memulai pertandingan, ya sebelum pertandingan di mulai yang pasti kedua tim menyanyikan lagu kebangsaannya masing masing. Pertama Laos menyanikan lagu kebangsaannya dengan serius, tapi kenapa penonton di GBK menyoraki saat timnas Laos bernyanyi. Setelah selesai, ya lagu kebangsaan kita, “Indonesia Raya” semua bertepuk tangan dan musik di mulai para supporter yg memenuhi stadion bernyanyi serentak mengikuti musik! Ya, ini membuat saya dan Nami dengan semangat yang sangat membara dan mata agak berkaca- kaca karna bahagia berpuluh ribu orang semua bergabung di satu tempat menyanyikan lagu Indonesia Raya!
Pertandingan di mulai, di menit 29 Indonesia mendapat penalty, Firman Utina berhasil mencetak gol lewat Penalti, GBK kembali bergemuruh. Di menit 34 Indonesia kembali mencetak gol dan meninggalkan Laos. Gol ke 2 lewat M.Ridwan. sampai babak 1 selesai Indonesia unggul 2 – 0. Babak kedua di mulai, semua mata tertuju ke rumput hijau, Firman utina kembali mencetak gol di menit ke 50, Irfan Bachdim, Arif Suyono, Okto maniani masing masing mencetak 1 gol. Peluit panjang berbunyi, Indonesia resmi menang 6 – 0 melawan laos.
Pulang dari stadion, di sekitar stadion masih di penuhi supporter yg juga ingin pulang. Iman yang membawa motor memang terlihat capek, tapi mungkin karna timnas menang semuanya terbayar.
7 Desember, Timnas bertemu tim yg beberapa tahun belakangan sulit untuk di kalahkan, yaitu Thailand. Kembali, saya merinding mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya walaupun di Tv. Tapi saya merasa menyesal, karna idola saya Bambang pamungkas bermain saat itu, walaupun main hanya dari babak ke 2. Tapi yang bikin saya menyesal adalah dia mencetak 2 gol kemengangan walaupun lewat penalty. Walaupun hanya menonton dari layar tv, saya ikut senang saat itu, karna Indonesia lolos ke semifinal dengan skor akhir 2 - 1!
16 Desember, semifinal leg pertama melawan Filipina yang saat itu tahun yang Berjaya buat mereka karna dengan 9 pemain naturalisasi saat itu meraka berhasil mencapai semifinal. Semifinal di lakukan di GBK karna saat itu stadion di Filipina tidak mencukupi standard Stadion untuk AFF. Sehari sebelum 16 september saya kembali mendapat ajakan dari Nami “Bro, lawan Filipina nonton yuk” kata Nami. “ayooo, tapi ajak yang lain biar rame” sahut saya. “eh tapi nanti gua sama mba gua yaaaa” jawab Nami. “lah, gua sama siapa?” jawab saya. “coba ajak Samit, mau gak dia?”. “oh yaudah’ jawab saya. Beberapa menit kemudian saya nanya “Sam, mau gak besok nonton Indonesai vs Filipina?” ujar saya. Samit jawab “kapan? Besok? Yaudah ayo.” lalu Samit pun mengajak temannya yang lain untuk nonton.
Siangnya, kami berempat menaiki motor menuju GBK untuk mencari tiket terlebih dahulu. Karna banyak berita jika membeli tiket di hari H tiket sudah habis. Akhirnya kami berempat mendapatkan tiket setelah mengantri 2 jam. Tapi itu masih selembar kwitansi bukan tiket langsung. Jadi kami harus menukarnya besok di hari H. Besoknya, Teman Samit gak bisa ikut nonton, jadi tiket masih tersisa 1. Nami sama mbaknya, saya sama Samit masih bingung 1 tiket itu buat siapa ....
Akhirnya, tiket itu pun untuk bapaknya Samit. Saya sudah tenang. Siangnya saya pergi duluan untuk menukarkan kwitansi itu dengan tiket langsung, sedangkan Samit dan bapaknya pergi jam 4 sore menggunakan Mobil. Ya sudah dapat tiket saya masih mutar mutar di sekitar stadion untuk menunggu Samit dan bapaknya. Sekitar jam 17.30 wib mereka datang, jelas kami langsung masuk ke stadion, tapi kami agak terlambat, karna tribun sudah hampir dipenuhi oleh supporter. supporter kembali bernyanyi, untuk menyemangatkan timnas Indonesia walaupun laga belum mulai. Ketika laga di mulai, Indonesia vs Filipina, Indonesia kesulitan mencetak gol dan pertandingan berlangsung keras. Untungnya di menit 34 Gonzales mencetak gol! Dan GBK Bergemuruh...! Gool.. Goolll! Di babak ke dua kedua Negara bermain rapi. Sampai peluit akhir skor tetap 1-0 untuk Indonesia menjadi pengaman untuk melanjutkan leg ke 2 yang juga di GBK.
Sepulang menonton pertandingan itu, saya pulang bersama Samit dan bapaknya menaiki mobil bapaknya. Karna mungkin saya merasa capek saya duduk didepan pula, di mobil saya nguantuk, saking ngantuknya dan kalaupun tidur saya ngerasa ga enak kan dan ketiduran. Bangun bangun ternyata sudah sampai di Depok. Saya istirahat dan tidur.
3 hari berikutnya pada tanggal 19 desember 2010, leg ke 2 semifinal Indonesia vs Filipina berlangsung. Pada saat itu Indonesia kembali menang 1 vs 0 melawan Filipina. Ini memastikan tiket Final untuk Indonesia di AFF 2010 ini. Di final Indonesia akan bertemu dengan musuh bebuyutan Malaysia yang saya pikir Indonesia akan menjadi juara AFF tahun ini karna Indonesia pernah bertemu dengan Malaysia di penyisihan Grup dan Indonesia menang 5 – 1.
Final berlangsung pada tanggal 26 Desember, ini final ke 4 kali untuk Indonesia di ajang ini, tapi sayang, Indonesia belum sekalipun menjuarainya hanya menjadi runner up pencapaian terbesar Indonesia. Indonesia akan menjalankan final leg 1 di bukit jalil Malaysia, sedangkan leg 2 yang berlangsung di GBK akan di laksanakan pada tanggal 29 desember.
Malam hari tanggal 25 desember handpone bergetar dengan tampilan sms masuk di hp saya, ternyata dari Nami mengajak saya membeli tiket untuk final di GBK nanti dengan isi “Bro besok nonton gak di GBK?” dan langsung saya balas dengan “ayo bro, kapan lagi bisa nonton Indonesia di final” beberapa menit kemudian hp saya kembali bergetar karna masuknya balesan sms“yaudah, besok jalan ya subuh subuh, biar gak ngantri panjang” memang saat itu masyarakat Indonesia sangat antusias menyambut laga ini sejak dari Indonesia masuk semifinal! . lalu saya menjawab, “hah! buset Gila lu ndro. Ngebela belain bgt datangnya jam segitu. Ah males ah gue siangan aja jam 7 an”. Kemudian iman membalas “deh yaudah besok gua sendiri aja”. Lalu dengan singkat saya membalas, “yaudah”.
Tanggal 26 desember 2010... saya bangun sekitar jam 07.30, membuka hp saya dan sudah banyak sms dari Nami! Dengan beberapa sms yg berisi dia sudah jalan ke GBK. Lalu saya segera bangun untuk mandi, dan langsung pergi ke GBK saat itu. Nami yang saat itu sudah mengantri di loket masjid Al Bina senayan, dengan puluhan ribu orang , sedangkan saya masih di dalam perjalanan menuju GBK.
Di perjalanan beberapa kali Nami member informasi. Sms Nami bertuliskan “Bro, gua di loket albina nih, cepet lo dimana”. balas saya “gue masih di kereta bro”. Sudah tidak ada balasan lagi. Setelah beberapa lama naik kereta akhirnya saya turun di stasiun cawang, lalu naik transjakarta dan turun di halte Jcc senayan. Saya sms Nami menanyakan posisi dia dimana sekarang. Lalu dengan balasan kaget dia menjawab “gue di parkir timur nih sekarang”. Dan saya pastinya kaget juga dengan sms dari iman. Karna yang tadinya mengantri tiket di Albina menjadi Pindah di Parkir timur. Lalu dengan cepat saya berjalan menuju parkir timur. Waw!!! Dengan kaget saya melihat antrian tiket yang sangat panjang! Disana saya bingung antara ikut mengantri atau tidak. Dengan bingung saya memutuskan mutar mutar di sekitaran parkir timur.
Sekitaran jam 10 saya sampai, satu jam kemudian hujan terjadi di sana, orang orang yang mengantri pun tidak membubarkan barisan mereka, karna jika bubar barisan merekan akan di tempati oleh orang yang ada di belakangnya. Beberapa jam kemudian, kabar mengejutkan kembali terjadi di loket ini. Ya kuota tiket di loket ini habis! Semua pengantri kecewa, sempat terjadi kericuhan, dan yang lebih parah lagi loket di sana dibakar oleh para calon penonton final AFF!
Lalu saya mencoba sms Nami “bro lo dimana?”. “gue di pintu 10 nih” jawab nami. “wah gila lu, tadi kata lu di parkir timur?” jawab saya. “nah itu dia, gua pindah, hujan tadi, yaudah lo cepet ke sini” jawab dia. Dengan lari lari kecil saya berlari ke pintu 10 GBK untuk kembali mengantri tiket.
Jam menunjukan pukul 14.30 wib. Keadaan masih belum jelas untuk tiket final ini. Calon penonton mengantri sangat panjang, dengan baju basah lepek, saya pun ikut mengantri. Saya mengeluarkan hp saya dan sms Nami “bro, lo dimananya?”. “Gue udah di dalam” jawabnya. Karna sangat lama saya pun keluar barisan untuk mencari dan menitip tiket ke Nami. Ternyata saya tidak menemukan dia. Lalu bertemu Lintar, “bro, Nami mana?” tanya dia. “masih ngantri di dalam” jawab saya. “hah belom dapet? Gua aja yang datang jam 7 udah dapet nih sekarang hahaha” jawab Lintar sambil mengejek. “tau tuh, gue juga belom dapet nih”. “oh yaudah, gua pulang duluan ya” kata Guntur.
Dengan keadaan pakaian basah, lepek, dingin, hujan semua demi perjuangan untuk mendapatkan tiket final AFF ini. Di pintu 10 ini kembali terjadi kericuhan! Yatuhaaaaan, calon penonton tidak tertib dan menyebabkan seluruh penonton masuk ke dalam stadion GBK! Panitia pun pergi.
Calon penonton semua memasuki tribun GBK. Sambil menunggu keputusan apa yang di ambil panitia untuk tiket final ini. Saya sms Nami “lo dimananya? Di dalem stadion bukan?”.Nami membalas “iya nih, gue di kursi hijau”. Lalu saya menjawab dengan cepat “tunggu!”. Dengan cepat saya pun menuju bangku hijau. Disana akhirnya saya menemukan Nami. Di saat yg seperti ini, penonton sudah masuk tribun, turun ke lapangan, duduk di VIP dll. Nami pun mengajak saya ke lapangan. Kampret, Di sana Nami ternyata malah minta foto di saat yg seperti ini. Dalam hati saya tertawa dan agak sedikit konyol dengan kelakuan iman di saat seperti ini. Hahaha...
Beberapa jam kemudian hp bergetar karna sms dari mama “mas, kamu dimana? Masih ngantri tiket? Hati hati tuh mama liat di berita ribut begitu!” dengan nada yg menurut saya tinggi. Lalu saya membalas “iya mah masih nih, ngga kok gak ikut ikutan ribut” jawab saya. Yasudah, di sana saya pun duduk di VIP untuk beristirahat sebentar. Lalu semua calon penonton kembali turun ke lapangan! Dengan keadaan bingung saya dan nami pun ikut ke sana. Ternyata ada pemberian kupon tiket oleh panitia tiket. Disana semua org berkumpul dan panitia menyebarkan tiketnya ke atas untuk di rebutkan oleh para calon penonton ini. Disini saya tidak mendapatkan kuponnya. Dan ternyata ini pun kembali menuai keributan! Panitia kembali menggagalkan ini semua.
Jam menunjukan pukul 17.00 wib. Kami sudah hampir 12 jam berada di sini hanya untuk tiket final AFF yang belum kami pegang. Ya akhirnya setelah semuanya duduk santai di bangku ini panitia tiket menjual tiket langsung ke pada para calon penonton ini. Seluruh calon penonton termasuk saya langsung mengantri. Setelah beberapa menit, akhirnya di depan saya si penjual tiket! Dengan rasa yang sangat senang, capek, basah, dingin semuanya menjadi satu! Ya perjuangan dari awal berakhir manis dan terbayarkan!!!
Dalam keadaan capek pun saya dan Nami sangat puas! Karna tiket FINAL AFF 2010 sudah di tangan! Lalu saya beristirahat sebentar sebelu pulang ke rumah. Sekitar jam 18.00 saya pun meninggalkan GBK untuk pulang ke rumah. Dengan keadaan lelah seperti ini saya pun menyemangatkan diri saya sendiri untuk cepat sampai rumah dan beristirahat.
Jam menunjukan pukul 18.30 yang berarti 30 menit lagi kick off pertandingan Indonesia vs Malaysia leg 1 dimulai. Sekitar pukul 19.00 saya pun baru menaiki bis dari cawang menuju depok. Ya kami pun memikirkan apa yang terjadi di bukit jalil sana, apakah timnas kita menang atau kalah. Nami mengajak saya untuk turun sementara di stasiun pasar minggu untuk mencarri makan di rumah makan yang ada tvnya dan sekalian untuk menonton pertandingan itu di televisi tempat makan itu, ya saya pun mengiyakan ajakan Nami. Sesampainya di pasar minggu Nami langgsung mencari rumah makan, akhirnya kami pun makan di rumah makan padang, dan pertandingan di tv baru berjalan sekitar 30 menit. Saya pun menyantap dengan nafsu makanan itu sambil menonton pertandingan itu hingga ke menit 45 atau babak pertama selasai. Dan setelah itu pertandingan masih 0 vs 0 sama imbang tanpa gol. Setelah pertandingan babak 1 selesai dan makanan pun habis kami langsung pulang dengan naik kereta menuju depok.
Dikereta pun kami kembali memikirkan hasil hasil yang terjadi di bukit jalil sana. Saya pun mendapatkan kabar sms dari teman saya Izo “Malaysia bermain curang dengan menggunakan laser dan petasan” katanya lewat sms. Saya tidak membalas sms itu. Tapi memang yang di katakan Izo itu sepertinya benar, karna sebelum pertandingan itu di berita berita tv Indonesia di sabotase dengan bubuk gatal ke para pemain Indonesia oleh Malaysia . lalu Indonesia juga tidak di berikan latihan untuk mencoba lapangan bukit jalil. Saya pun tidak tahu ini benar atau tidak. Tapi jika timnas kita di seperti itukan yang pasti saya pun tidak menerima. Akhirnya saya bertanya ke Izo kejadian laser dan petasan itu “hah? Emang bener?” Tanya saya. Izo pun menjawab “iya beneran itu, curang banget itu Malaysia mainnya”.
Hfffttt ... membuat saya agak sedikit emosi dengan yang terjadi di sana. Dan saya pun mendapat sms dari Izo “Indonesia sekarang kebobolan nih sama Malaysia”. Ya ini pun membuat saya kesal, lemas, lelah di tubuh ini semuanya makin terasa setelah Indonesia tertinggal. gak terasa Kereta pun sudah memasuki stasiun pondok cina, yang berarti 1 stasiun lagi saya harus turun. Hasil yang terjadi di bukit jalil pun saya tidak tahu. Akhirnya sampai di stasiun depok baru. Untung saja di warung di stasiun depok baru ini ada tv dan kebetulan menonton pertandingan final itu, saya pun mendekati tv itu dan yg pertama saya lihat adalah skor pertandingan. pertandingan sudah memasuki ke menit 80 an, dan Indonesia saat itu sudah tertinggal jauh, yaitu 3 – 0. Dengan sangat lemas saya pun berjalan menuju rumah.
Akhirnya saya pun sampai di rumah. Dan idola saya yang juga sebagai captain yaitu bambang pamungkas mengatakan “Masih ada 2 x 45 menit di Jakarta dan semua masih bisa berubah!” ini yang membuat saya akan optimis untuk Indonesia bias membalikkan keadaan di GBK rabu nanti! Lalu saya bersih bersih, istirahat dan tidur karna besok sudah kembali pergi ke sekolah.
Beberapa hari di tunggu tunggu akhirnya sampai juga. Ya sekarang tanggal 29 Desember 2010 itu tandanya final leg 2 yang berlangsung di GBK! Sepulang sekolah saya pun sama Nami bersiap siap untuk pergi ke stadion utama gelora bung karno untuk mendukung timnas Indonesia! Saya langsung pergi ke GBK dengan Nami penuh semangat. Karna Indonesia pernah menghabisi Malaysia 5 – 1 di tempat ini, di kandang kita! Ya akhirnya kami pun sampai di GBK. GBK di penuhi hampir 100.000 manusia pendukung Timnas Indonesia! semuanya beratribut Indonesia dan berwarna Merah yang melambangkan warna kebesaran Indonesia!. Disana pun turut ikut banyak wartawan Televisi yang belakangan ini sangat banyak ikut memengaruhi orang orang untuk menonton pertandingan ini. Di samping karna budaya daerah kita sering di akui oleh Malaysia, sekarang sepakbola kita yang telah di kalah kan oleh Malaysia yg menurut saya dengan cara curang karna menggunakan petasan dan laser. Seluruh pendukung Indonesia ini pun menjadi satu dalam satu tempat. Ya untuk mendukung timnas kita. Sekitar jam 16.00 pintu GBK pun sudah di buka, dan saya pun masuk ke Stadion bersama iman padahal waktu kick off jam 19.00 wib.
Waktu pun menunjukan pukul 19.00 wib. Sebelum Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Malaysia yang menyanyikan lagu kebangsaannya, namun di GBK saat Malaysia menyanyikan lagu kebangsaannya di penuhi dengan sorakan “huuuuu” oleh 95.000 orang di sepanjang Malaysia menyanyikan lagu ke bangsaannya. Di saat Indonesia Raya berkumandang di GBK ini semua orang tidak lagi memandang suku, tim, daerah, warna kulit, umur, dan sebagainya. Karna sekarang sudah bersatu untuk timnas Indonesia!
Kick off pun di mulai, di menit ke 18 publik GBK terdiam karna Indonesia kobobolan lewat gol Safee Sali. Malaysia menjauh dengan aggregate 4 – 0. Semua orang di GBK terdiam oleh gol tersebut. Di saat itu Indonesia kembali Bergemuruh setelah Indonesia mendapatkan penalty! Penalty di eksekusi oleh Firman Utina, tapi sayang Firman Utina gagal memanfaatkannya dan skor masih 1 – 0 untuk Malaysia dan Malaysia masih tetap unggul aggregate 4 – 0. Sampai babak 1 selesai skor masih tetap 1 – 0 untuk keunggulan Malaysia.
Babak ke dua di mulai, 95.000 seluruh pendukung Indonesia bernyanyi “Ayo Ayo Indonesia Ku Ingin Kita Harus Menang!!!” “Garuda Di Dada ku Garuda Kebanggaanku Kuyakin Hari ini Pasti Menang!!!” Indonesia! ..... Indonesia!  .... Indonesia! ...  suporter memberi semangat ke para pemain timnas Indonesia ini, Timnas Indonesia bersemangat setelah sepanjang 27 menit akhirnya Indonesia mencetak gol lewat gol Nasuha! Penonton kembali bergemuruh. Skor imbang 1 – 1 namun agreggat Malaysia masih unggul 1 – 4. Namun tidak ada yang tidak mungkin di sepakbola. Waktu memasuki 80 menit. Skor masih imbang 1 – 1. 7 menit berlangsung M.Ridwan mencetak goooool! Indonesia 2 – 1 Malaysia . kini Indonesia berbalik memimpin, namun sayang waktu tesisa tinggal 3 menit. Sepanjang waktu tersisa Indonesia terus menyerang, namun ternyata sayang , hingga pertandingan selesai skor tetap tidak berubah Indonesia hanya unggul 2 – 1. Dan Indonesia kalah aggregate dengan skor 4 – 2. Indonesia kembali gagal manjadi juara ke sekian kali setelah memasuki final. Mungkin ini kutukan untuk Indonesia hanya sampai ke partai final dan menjadi runner up. Seluruh penonton meninggalkan stadion dengan perasaan yang mungkin sedih, termasuk juga saya dan Nami yang sudah lelah dan tidak banyak bicara lagi. Tapi di samping itu Indonesia tidak kalah, Indonesia menang Namun Indonesia hanya tidak bisa mencetak lebih banyak gol di GBK yang bisa membuat Indonesia juara.
Kami semua pun pulang, dengan keadaan lemas, capek, dll tapi di samping itu semua demi Negara Indonesia tercinta kita. Mereka telah berjuang sekuat tenaga hingga mencapai partai puncak ini. Sesampainya di rumah, berita televisi memberitakan tentang gagalnya Indonesia di final AFF 2010 ini. Ya mungkin ini membuat saya dan Nami agak sedikit lemas. Tapi inilah perjuangan kita, dari 0 sampai selesai. Semua ini butuh perjuangan. Kita harus mengakui jika kita kalah. diluar hasil ini pun yang perlu di soroti adalah manajemen dalam penjualan tiket yang harus di perbaiki oleh indonesia dan juga calon pembelinya.
ada kata kata yang menurut saya sangat benar dang bagus, yaitu "jika kita tidak bias mendukung Indonesia di saat kalah, lebih baik tidak usah mendukung Indonesia saat menang."
Itu semua perjuangan kami untuk Negara tercinta kami, membela Indonesia di saat terpuruk mau pun merdeka. Yang saya banggakan dari Hajatan 2 tahunan ini adalah semua orang bersatu tanpa memandang ras, suku, kulit, bahasa, pulau, kota dll. Ini semua untuk Indonesia!!! Mungkin ini pengalaman beruntung kami, karna saat itu hanya ada satu Indonesia! Belum tentu tahun tahun berikutnya akan merasakan hal yang seperti ini. 95.000 orang bersatu dalam satu tempat dan menyanyikan lagu INDONESIA RAYA ! Tidak seperti sekarang, dualisme terjadi di mana mana. Ya mungkin Indonesia saat ini tidak lebih baik dari 2 tahun lalu. Dimana semua orang bersatu, tidak terpecah belah, membuat penonton Indonesia menjadi berkurang gairah untuk menonton di setiap pertandingannya.
Lirik lagu yang paling kami suka dari sepak bola Indonesia ini adalah “Katanya Bola Kita Rusuh. Katanya Bola Tak Bermutu. Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Janji Mendukung Bola Negeri Ini. Politik Berkelahi Saling Caci Maki. Bagi Kami Football For Unity !”
Semoga Indonesia bisa kembali sukses di ajang 2 tahunan ini, Sekarang piala AFF 2012 sudah berlangsung di Malaysia dan Thailand!
-Forza INDONESIA-

Selasa, 21 Agustus 2012

Motinggo Boesye

Motinggo Busye yang bernama asli Bustami Djalid (lahir di Kupangkota, Bandar Lampung, 21 November1937 – meninggal di Jakarta, 18 Juni1999 pada umur 61 tahun) adalah seorang sastrawan terkemuka, sutradara, dan seniman asal Indonesia.

Asal usul

Motinggo lahir dari pasangan Djalid Sutan Raja Alam dan Rabi'ah Ja'kub yang berasal dari Minangkabau. Ibunya berasal dari Matur, Agam dan ayahnya dari Sicincin, Padang Pariaman. Setelah menikah, mereka berdua pergi merantau ke Bandar Lampung. Disana ayahnya bekerja sebagai klerk KPM di Kupangkota, sedangkan ibunya mengajar agama dan Bahasa Arab. Ketika usianya mendekati 12 tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia. Sepeninggal orang tuanya, Motinggo diasuh neneknya di Bukittinggi hingga ia menamatkan SMA disana. Motinggo kemudian melanjutkan pendidikannya ke Fakultas HukumUniversitas Gadjah Mada (tidak tamat).

Nama dan Gelar

Motinggo merupakan nama pena Bustami yang berasal dari Bahasa Minang: mantiko. Kata tersebut memilki makna antara sifat bengal, eksentrik, suka menggaduh, kocak, dan tak tahu malu. Namun mantiko dalam diri Motinggo bukanlah berkonotasi negatif. Untuk itu dia menambahkan kata bungo (bunga) dibelakang nama samarannya itu, sehingga lengkap tertulis Mantiko Bungo (MB). Dari inisial MB inilah akhirnya berkembang nama Motinggo Busye. Selain nama pena dan nama pemberian orang tua, sesuai Adat Minangkabau, Motinggo juga memilki nama dewasa (gelar) yaitu Saidi Maharajo.

Karier

Awal karier Motinggo dalam dunia tulis menulis, dimulai ketika perwira Jepang Yamashita datang ke rumahnya memberi mesin ketik. Mesin itu akhirnya menjadi sahabat Motinggo untuk mencurahkan ide-idenya. Selain itu, persentuhannya dengan buku-buku sastra Balai Pustaka, telah menumbuhkan minatnya untuk terjun di dunia sastra. Dramanya, Malam Jahanam (1958), mendapat Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama Bagian Kesenian Departemen P & K tahun 1958 dan cerpennya, "Nasehat buat Anakku", mendapat hadiah majalah Sastra tahun 1962. Karya-karyanya banyak diterjemahkan ke bahasa asing, antara lain Bahasa Ceko, Inggris, Belanda, Perancis, Jerman, Korea, Jepang, dan Mandarin. Sebagai penyair, karya-karyanya masuk dalam antologi penyair Asia (1986) dan antologi penyair dunia (1990). Sepanjang hidupnya Motinggo telah menulis lebih dari 200 karya yang sampai saat ini masih tersimpan di Perpustakaan Kongres di Washington, D. C.. Di taman kota Seoul, Korea Selatan, namanya terpahat indah di antara 1.000 penyair dunia. Ia juga sempat menjadi redaktur kepala Penerbitan Nusantara (1961-1964) dan Ketua II Koperasi Seniman Indonesia.
Selain terlibat dalam dunia sastra dan drama, Motinggo juga menyukai melukis. Pada tahun 1954, sebuah pameran lukisan di Padang pernah menampilkan 15 lukisan karya Motinggo.

Daftar karyanya yang lain

  • Malam Jahanam (novel, 1962)
  • Badai Sampai Sore (drama, 1962)
  • Tidak Menyerah (novel, 1963)
  • Hari Ini Tak Ada Cinta (novel, 1963)
  • Perempuan Itu Bernama Barabah (novel, 1963)
  • Dosa Kita Semua (novel, 1963)
  • Tiada Belas Kasihan (novel, 1963)
  • Nyonya dan Nyonya (drama, 1963)
  • Sejuta Matahari (novel, 1963)
  • Nasehat buat Anakku (kumpulan cerpen, 1963)
  • Malam Pengantin di Bukit Kera (drama, 1963)
  • Buang Tonjam (legenda, 1963)
  • Ahim-Ha (legenda, 1963)
  • Batu Serampok (legenda, 1963)
  • Penerobosan di Bawah Laut (novel, 1964)
  • Titian Dosa di Atasnya (novel, 1964)
  • Cross Mama (novel, 1966)
  • Tante Maryati (novel, 1967)
  • Sri Ayati (novel, 1968)
  • Retno Lestari (novel, 1968)
  • Dia Musuh Keluarga (novel, 1968)
  • Sanu, Infita Kembar (novel, 1985)
  • Madu Prahara (novel, 1985)
  • Dosa Kita Semua (novel, 1986)
  • Aura Para Aulia: Puisi-Puisi Islami (1990)
  • Dua Tengkorak Kepala (1999).

Lirik JKT48 - Heavy Rotation

One two three four
I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) di dalam benakku
Keras berbunyi irama musikku, heavy rotation

Seperti popcorn yang meletup-letup
Kata-kata suka menari-nari
Wajahmu suaramu selalu ku ingat
Membuatku menjadi tergila-gila

Oh senangnya miliki perasaan ini
Ku sangat merasa beruntung

I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) bertemu denganmu
Semakin dekat jarak di antara kita, maximun high tention

I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) di lubuk hatiku
Rasa sayang yang terus menerus meluap, heavy rotation

Dalam kehidupan setiap manusia
Berapa kali bisa rasakan cinta
Jika ada satu cinta tak terlupa
Ku akan merasa sangat bahagia

Mungkin seperti perasaan sekuntum
Bunga saat dia akan mekar

I feel you (i feel you) i touch you (i touch you)
I hold you (i hold you) di dalam mimpiku
Angan-anganku menjadi semakin besar, oh it’s my imagination

I feel you (i feel you) i touch you (i touch you)
I hold you (i hold you) perasaan ini
Ku sangat ingin mengutarakan padamu, heavy rotation

Yang selalu ku dengarkan favorite song
Seperti lagu yang ku suka
Ku ulang terus tanpa henti twenty four hours a day
Oh baby the only request is you

I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) bertemu denganmu
Semakin dekat jarak di antara kita, maximun high tention

I want you (i want you) i need you (i need you)
I love you (i love you) di lubuk hatiku
Rasa sayang yang terus menerus meluap, heavy rotation, heavy rotation

Lirik JKT48 - Ponytail to shushu

Lebih cepat dari hari di kalender
Aku pun menyingsingkan lengan baju
Matahari pun mulai terasa dekat
Ku terasa musim telah mulai berubah
Laut yang biru di tepi pantai itu 

Ingin jumpa denganmu, bertelanjang kaki, bermain air
Poniiteru (terus melambai) dihembus angin
Kamu pun berlari (aku pun berlari) di atas pasir
Poniiteru (terus melambai) kau pun menoleh
Dengan senyumanmu (senyuman musim panas dimulai)

Mentari sinari ruang kelas
Hawa tepat tuk terbuai lamunan
Melihat kamu yang duduk di depanku
Membuat rasa sakit timbul di dada

Walau ku suka namun tak terucapkan
Hanya pada sosokmu ku impikan perasaanku

Poniiteru (membuatku sedih) di dalam mimpi
Seluruh dirimu (seluruh diriku) ingin miliki
Poniiteru (membuatku sedih) cinta tak terbalas
Mata pun bertemu (saat ini kita sebatas teman)

Rambut panjangmu yang terkuncir, ikat polcadot shushu
Ikatan cinta itu takkan bisa ku tangkap
Jika ku sentuh akan menghilang ilusi ini

Poniiteru (janganlah kau lepas) tetaplah begitu
Seperti dirimu (seperti diriku) kita berlari
Poniiteru (janganlah kau lepas) sampai kapanpun
Tetaplah menjadi (si gadis ceria selamanya)

Lalalalalala lalalalala lalalala
Lalalalalala lala lalala lalalala
Lalalalalala lalalalala lalalala
Lalalalalala lala lalala lalalala

Lirik JKT48 - Aitakatta

Aitakatta, aitakatta, aitakatta, yes!
Aitakatta, aitakatta, aitakatta, yes! denganmu

Bersepeda ku menanjaki bukit itu
Sekuat tenaga ku kayuh pedalnya
Angin pun mulai menghembus kemejaku
Ku rasa masih kurang cepat


Akhirnya ku sadari perasaan sebenarnya
Ingin jalani sejujurnya
Hanya di jalan ini ku akan terus berlari


Kamu berharga lebih dari siapa pun
Walau kau tolak tak akan ku sesali
Kamu berharga lebih dari siapa pun
Tadinya ku ingin ungkapkan rasa ini

Jika ku suka kan ku katakan suka

Tak ku tutupi ku katakan sejujurnya
Jika ku suka kan ku katakan suka
Dari hatiku dengan tulus ku katakan

Lalalalala lalalalalalala

Lalalalala lalalalalalala
Lalalalala lalalalalalala
Lalalalala lalalalalalala

Aitakatta, aitakatta, aitakatta, yes!
Aitakatta, aitakatta, aitakatta, yes! denganmu, aitakatta!


Untuk akun Twitter yang terkena SUSPENDED

Ketika akun ada kena suspend kita langsung aja menuju ketempat link ini

http://support.twitter.com/forms/general?subtopic=suspended

Isi form2 yang ada di sana, contoh :

Regarding : Suspended account
Subject : account suspended
Description of problem : Dear twitter, exposed to suspend my account. and I apologize if I am wrong in using twitter. but I do not understand what the error to my account suspended. help me so that my account could be in use again, because this account is the account belongs to the community. thanks very much
Full name : (Nama Twitter Anda)
Twitter username : (Username anda)
Email address : (Email Twitter anda)
Phone number(optional) : (Nomer HP anda)

lalu submit,

setelah itu di email kamu pasti ada balasan apa saja kesalahan2 kita. kita disuruh mereply untuk mengakui dan berhenti dari kesalahan2 tersebut.
lalu bales saja bahwa kita mengakui dan berbuat kesalahan, dan tidak akan melakukan lagi. dulu saya membalas dengan kata ini

I admit to having made ​​mistakes, I will not repeat them

lalu tunggu balasannya, kira kira 14 hari atau lebih akun kita dah di buka kembali.bisa di akses.

via :
http://manqul.wordpress.com/2012/05/11/mengembalikan-akun-twitter-yang-di-suspended/
http://ceritafea.blogspot.com/2012/05/cara-menghilangkan-suspended-acount.html

Minggu, 06 Mei 2012

Biodata Erwin Gutawa

                                                                       Biodata tokoh

Nama Lengkap              : Erwin Gutawa 
Tempat Lahir                 : Jakarta 
Tanggal Lahir                 : 16 Mei 1962 
Agama                          : Islam 
Pekerjaan                      : Produser, Komponis, Konduktor, Penata Musik 
Pendidikan                    : Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1986)
Keluarga Erwin Gutawa
Nama Ayah                   : Gutawa Sumapraja 
Nama Ibu                      : Sariati Kodiat 
Nama Istri                     : Lutfi Andriani 
Nama Anak                   : - Aluna Sagita 
                                      -   Aura Aria

Album Erwin Gutawa   : 

1. Salute to Koes Plus/Bersaudara (2004) 
2. Rockestra (2007)
3. Erwin Gutawa Orchestra dalam A MasterpieceOf Erwin Gutawa (2011)

Ringkasan Biografi Erwin Gutawa

         Erwin Gutawa adalah seorang penata musik, komponis, konduktor, dan pemain bass asal Indonesia.Putra dari pasangan Gutawa Sumapraja dan Sariati Kodiat ini menikah dengan seorang gadis bernama Lutfi Andriani.Mereka di karuniai dua orang anak perempuan, yaitu Aluna Sagita (Gita Gutawa) dan adiknya, Aura Aria (Rara Gutawa). 
          Erwin Gutawa mulai memperoleh pendidikan musik formal dengan mengikuti les piano klasik selama dua tahun, sejak ia masih duduk dibangku kelas 4 SD di Jakarta. Saat kelas 6 SD ia membentuk sebuah band amatir sebagai pemain bass.
           Pria kelahiran Jakarta ini mulai terjun ke industri musik rekaman dan panggung secara profesional pada tahun 1980, sebagai pemain bass dalam grup Transs yang dipimpin oleh Fariz RM. Ketika itu ia masih menjadi pelajar di salah satu SMU di Jakarta. Dalam periode SMU, ia mulai bergaul dengan permainan orkestra untuk musik pop. Ia menjadi pemain bass dalam Orkestra Telerema yang dipimpin oleh Almarhum Bapak Isbandi yang ditayangkan di TVRI. 
        Erwin Gutawa mengawali karir sebagai seorang pemain film pada tahun 1970. Beberapa film yang pernah ia bintangi antara lain: film Sebatang Kara (1973), Jangan Kau Tangisi (1974), Permata Bunda (1974), dan Fajar Menyingsing (1975).
            Setelah selesai kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur, Universitas Indonesia pada tahun 1986, bapak dua anak ini sepenuhnya terjun berkarir di dunia musik. Pada tahun 1985 sampai 1993, Erwin Gutawa bergabung dengan band fusion jazz “Karimata” yang merilis lima album. Grup dengan personel Erwin, Candra Darusman (keyboard), Denny TR (gitar), Aminoto Kosin (piano) dan Uce Haryono (drum, lalu digantikan oleh Budhy Haryono)  tersebut bubar pada tahun 1994. 
       Awal Desember, Erwin Gutawa merilis album paling ambisius sepanjang karir bermusiknya, Rockestra, sebuah album studio berisi repertoar rock tanah air dari empat dekade yang diaransemen ulang olehnya dan dihadirkan secara megah dan epik bersama salah satu orkestra terbaik di dunia, London Symphony Orchestra (LSO). Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal mendasari produksi album Rockestra ini. Sinergi ini membentuk rock epik yang simfonik, sekaligus membuktikan instrumentasi oskestra dapat beradaptasi dalam musik rock. 
          Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal menjadi konsep utama dalam album Erwin Gutawa Rockestra.Sebuah konsep yang bisa dibilang unik dan untuk pertama kalinya hadir di Indonesia, sebuah sinergi yang membentuk rock epik yang simfonik sekaligus membuktikan keampuhan instrumentasi oskestra ketika beradaptasi dalam musik rock. 
       Gagasan membuat Rockestra ini datang tak berapa lama stelah Erwin Gutawa menuntaskan konser Erwin Gutawa Salute to Koes Plus/Bersaudara pada 9 Agustus 2005. Setelah banyak memproduksi konser musik megah dan kolosal, kali ini ia merasa tertantang untuk memproduksi sebuah album studio yang memiliki standar rekaman internasional. Idenya tergolong muluk saat itu.Erwin Gutawa ingin album ini tak hanya berhenti sampai rekaman di luar negeri.Ia sangat berambisi untuk menghadirkan orkestrasi tingkat dunia dan penata rekam internasional demi kesempurnaan albumnya. 
         Penafsiran dan interprestasi Erwin Gutawa terhadap rockestra melahirkan kemasan yang berbeda-beda di setiap lagu di album ini.Materi rock diekspresikan secara berlainan, melalui variasi jenis alat musik yang dilibatkan didalam setiap lagunya serta kuantitas atau banyaknya alat musik yang dimainkan disetiap lagu. 
       Kemampuan Erwin Gutawa sudah sangat membukukan prestasi yang mengagumkan, baik di dalam maupun di luar negeri seperti, sukses meraih penghargaan sebagai Arranger Terbaik, Midnight Sun Song Festival di Finlandia, meraih Double Platinum Award, Produser Rekaman Terbaik AMI Award, Penata Musik Terbaik AMI Award, Karya Produksi Kolaborasi Artis Solo Duo/Grup, Produser Terbaik untuk Album garapannya bertajuk Erwin Gutawa Salute to Koes Bersaudara/Plus dan sebagainya. 
       Pada tahun 1993, ia  mendirikan “Erwin Gutawa Orkestra”. Disinilah karir Erwin mulai menanjak, terbukti dari Orkestra ini ia berhasil mendampingi konser–konser besar seperti Konser Ruth Sahanaya from Finlandia to Cafe (1992), Konser Harvey Malaiholo (1992), BASF Award (1993), Konser Krisdayanti (2001), SCTV Award (2001), dan masih banyak lagi konser–konser besar yang pernah ia dan Erwin Gutawa Orkestra pertunjukkan.
Biografi
Erwin Gutawa
Seorang Penata Musik Indonesia
Erwin Gutawa adalah seorang penata musik, komponis, konduktor, dan pemain bass asal Indonesia.Putra dari pasangan Gutawa Sumapraja dan Sariati Kodiat ini menikah dengan seorang gadis bernama Lutfi Andriani.Mereka di karuniai dua orang anak perempuan, yaitu Aluna Sagita (Gita Gutawa) dan adiknya, Aura Aria (Rara Gutawa).
Erwin Gutawa mulai memperoleh pendidikan musik formal dengan mengikuti les piano klasik sejak ia masih duduk dibangku kelas 4 SD di Jakarta.
Mantan ketua paduan suara yang menjelma menjadi salah seorang musisi terbesar negeri ini menelusuri jejak rock dalam dirinya demi merilis proyek album termahal di Indonesia, yaitu Rockestra. Karir musik Erwin Gutawa berawal jauh sebelum ia menyadari bidang ini akan digelutinya lebih dari separuh usia hidupnya kini. Menjadi musisi di awal tahun 1970 setelah direkrut Pranajaya sebagai anggota paduan suara anak-anak Bina Vokalia.Semasa kecil, Erwin Gutawa sering mengisi acara-acara kenegaraan di Istana Presiden RI.
Erwin Gutawa mengawali karir sebagai seorang pemain film pada tahun 1970-an, beberapa film yang pernah ia bintangi antara lain: Sebatang Kara (1973), Jangan Kau Tangisi (1974), Permata Bunda (1974), dan Fajar Menyingsing (1975).
Awal tahun1980semasa remaja,Erwin Gutawa membentuk sebuah band dan meraih gelar Pemain Bass Terbaik dalam kompetisi band antar SMA se-Jakarta. Ia bahkan sempat bergabung dengan Fariz RM dalam grup barunya Transs. Tetapi sayang, Erwin hanya bertahan satu setengah tahun saja.Selain bermain bass, ditahun 1982 ia juga memulai debut arranger untuk album Transisi milik Atiek CB.
Petualangan Erwin Gutawa selanjutnya bergabung dengan Orkes Telerama pimpinan Isbandi atas rekomendasi drummer senior Jimmy Manoppo.Disinilah untuk pertama kalinya Erwin Gutawa terpikat dengan musik orkestra yang kelak dominan mewarnai karir musikalnya.Bapak Isbandi-lah yang memberikan pengalaman pertama membuat aransemen musik untuk lagu yang dibawakan oleh orkestra.Ia harus membuat aransemen lagu Tudung Periuk yang berhasil diselesaikan dalam waktu 10 hari.
Setelah selesai kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur, Universitas Indonesia pada tahun 1986, bapak dua anak ini tertarik dengan musik-musik kord miring setelah mendapat sedikit pengetahuan dari Dodo Zakaria. Bosan memainkan lagu orang, Erwin Gutawa bersama Candra Darusman, Aminoto Kosin, Uce Haryono dan Denny TR pada bulan November 1985 membentuk grup jazz fusion Karimata yang merilis lima album dan sempat show di North sea Jazz Festival, Belanda.Namun band tersebut bubar pada tahun 1993.
Awal tahun 1990 Erwin Gutawa ikut mempelopori pembentukan trend orkestra pop di Indonesia. Debutnya sebagai konduktor terjadi di tahun 1992 saat memimpin orkestra untuk acara Citra Pariwara.Pada tahun 1993, dirinya mendirikan “Erwin Gutawa Orkestra”. Disinilah karir Erwin mulai menanjak, terbukti dari Orkestra ini ia berhasil mendampingi konser-konser besar seperti Konser Ruth Sahanaya from Finlandia to CafĂ© (1992), Konser Harvey Malaiholo (1992), BASF Award (1993), Konser Krisdayanti (2001), SCTV Award (2001), Konser Chrisye, Siti Nurhaliza, hingga 3 Diva, dan masih banyak lagi.
Belum termasuk album-album dengan pengaruh orkestrasinya seperti Badai Pasti Berlalu, Erwin Gutawa Instrumentalia hingga Salute to Koes Plus/Bersaudara. Sebuah karir musik spektakuler yang boleh jadi tak pernah di duga dirinya atau sang bunda tentunya.
Awal Desember, Erwin Gutawa merilis album paling ambisius sepanjang karir bermusiknya, Rockestra.Sebuah album studio berisi repertoar rock tanah air dari empat dekade yang diaransemen ulang olehnya dan dihadirkan secara megah dan epik bersama salah satu orkestra terbaik di dunia, London Symphony Orchestra (LSO). Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal mendasari produksi album Rockestra ini. Sinergi ini membentuk rock epik yang simfonik, sekaligus membuktikan instrumentasi oskestra dapat beradaptasi dalam musik rock.
Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal menjadi konsep utama dalam album Erwin Gutawa Rockestra.Sebuah konsep yang bisa dibilang unik dan untuk pertama kalinya hadir di Indonesia, sebuah sinergi yang membentuk rock epik yang simfonik sekaligus membuktikan keampuhan instrumentasi orkestra ketika beradaptasi dalam musik rock.
Penafsiran dan interprestasi Erwin Gutawa terhadap rockestra melahirkan kemasan yang berbeda-beda di setiap lagu di album ini.Materi rock diekspresikan secara berlainan, melalui variasi jenis alat musik yang dilibatkan didalam setiap lagunya serta kuantitas atau banyaknya alat musik yang dimainkan disetiap lagu.
Proses produksi selama 10 bulan menjelajah hingga 4 benua, tracking distudio Aluna dan Antasari di Indonesia, pengisian orkestra disalah satu studio terbesar didunia yaitu Abbey Road Studio London (Tempat rekaman The Beattles dan artis serta musisi kelas dunia), mixing di 301 studio Sydney, dan mastering di Sterling Sound studio, New York, USA.
Ini adalah usaha maksimal untuk mendapatkan hasil optimal dalam mengejar standar produksi setara dengan produksi rekaman internasional. Yang menjadi kebanggaan dari album ini adalah keterlibatan London Sympony Orchestra, salah satu orkestra terbaik di dunia, yang mengisi orkestra dalam pembuatan film-film besar seperti Harry Potter, keenam film Star Wars, Lord Of The Ring, Indiana Jones dan sebagainya, juga dalam rekaman album musisi kelas dunia seperti Deep Purple. Di album ini dilibatkan tujuh vokalis papan atas dari negeri ini, penyanyi-penyanyi rock legenda yang karismatik antara lain, Ahmad Albar dan Nicky Astria.
Ada penampilan mengejutkan yang ditunjukkan oleh Pinkan yang selama ini terkenal sebagai penyanyi pop. Penyanyi pop ternyata bisa tampil ngerock dan juga sudah menjadi keharusan untuk mengikut sertakan penyanyi-penyanyi rock dan pop rock yang tengah marak saat ini antara lain, Arman Maulana, Andi/Rif, Roy Boomerang dan Kikan.
Selain itu dengan bangga memperkenalkan bakat-bakat baru dari hasil audisi seperti Ryo Domara dan Yopie Mata. Musisi-musisi berbakat ikut memberikan energy positifnya demi album rockestra ini, diantaranya adalah Pay Bip, Andra Ramadhan, Edi Kemput, Hendri Lamiri, Andi Ayunir dan Wawan. Seluruhnya menyumbangkan talentanya dalam 13 buah lagu dalam riuhnya album rockestra ini.
Ide menggabungkan musik rock dengan orkestra dalam sebuah album studio memang bukan ide baru atau prinsinal. Di tahun 1969, Jon Lord dan Deep Purple pernah merilis album bertajuk Concerto For Group and Orchestra yang 30 tahun kemudian mereka rekam kembali di album berjudul Deep Purple In Concert with the London Symphonic Orchestra. Begitu pula album S&M (Symphony & Metallica – Red) dimana Metallica berkolaburasi dengan San Fransisco Symphony di akhir tahun 1999.Masih banyak lagi proyek serupa lainnya dari band – band rock dunia.Rockestra sendiri sebelumnya pernah menjadi judul konser Erwin Gutawa di Plennary Hall, Jakarta Convention Centre pada 3 November 2000. Saat itu Erwin Gutawa dan EGO (Erwin Gutawa Orchestra) menghadirkan kolaburasi antara rock dan orkestra bersama band – band rock papan atas tanah air seperti Slank, Gigi dan Dewa. Judul konser yang mencatat sukses tersebut lantas digunakan kembali oleh Erwin Gutawa enam tahun berikutnya.Judul yang sederhana namun keren. Orang yang membaca judulnya akan tau apa yang dimaksud dan tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi.
Gagasan membuat Rockestra ini datang tak berapa lama setelah Erwin Gutawa menuntaskan konser Erwin Gutawa Salute to Koes Plus/Bersaudara.Pada 9 Agustus 2005. Setelah banyak memproduksi konser musik megah dan kolosal, kali ini ia merasa tertantang untuk memproduksi sebuah album studio yang memiliki standar rekaman internasional. Idenya tergolong muluk saat itu.Erwin Gutawa ingin album ini tak hanya berhenti sampai rekaman di luar negeri.Ia sangat berambisi untuk menghadirkan orkestrasi tingkat dunia dan penata rekam internasional demi kesempurnaan albumnya.
Proyek Mega-Biaya ini kemudian ia konsultasikan dengan para eksekutif label Sony BMG Music Entertainment Indonesia yang diluar dugaan ternyata sangat mendukung ide gila Erwin Gutawa. Berbekal biaya produksi dari label dan sponsor (tidak sampai satu milyar rupiah) maka dimulailah petualangan Erwin Gutawa episode Rockestra.
Proses awal yang dilakukan Erwin Gutawa adalah melakukan riset dan menyeleksi lagu – lagu rock nasional dari empat dekade yang layak di aransemen ulang dan direkam ke album ini. Ia dibantu kolektor musiklokal dan pengamat musik terkemuka seperti Denny Sakrie dan Denny MR pada proses ini.
Materi lagu rock era 70 (Malaria, Hilangnya Seorang Gadis, Jenuh, Kemarau), era 80 (Kehidupan), era 90 (Rock Bergema, Kuingin, Jangan Ada Angkara) yang dipilih adalah lagu-lagu yang memiliki lirik dengan makna yang luas mengenai kehidupan sosial serta kepedulian terhadap lingkungan.Dan juga materi lagu dari era 2000 (Kasih Tak Sampai, Bendera), dan ditambah dua buah lagu baru (Perang Dengan Hati, Sesal). Mastermind dibalik labum ini tak lain adalah musisi-musisi/arranger terbaik yang dimiliki negeri ini, Erwin Gutawa yang juga bertindak sendiri sebagai produser album rockestra ini.
Kemampuan Erwin Gutawa sudah sangat membukukan prestasi yang mengagumkan baik di dalam maupun diluar negeri seperti, sukses meraih penghargaan sebagai arranger terbaik, Midnight Sun Song Festival di Finlandia, meraih Double Platinum Award, Produser Rekaman Terbaik AMI Award, Penata Musik Terbaik AMI Award, Karya Produksi Kolaborasi Artis Solo Duo/Grup, Produser Terbaik untuk Album garapannya bertajuk Erwin Gutawa Salute to Koes Bersaudara/Plus dan sebagainya. Dalam merealisasikan idealisme ini, Erwin didukung sepenuhnya oleh SONY BMG MUSIC ENTERTAIMENT INDONESIA untuk menggabungkan instrumentasi music rock dengan instrumentasi orchestra didalam album ROCKESTRA.

Beberapa contoh lagu yang pernah di bawakan oleh Erwin Gutawa antara lain:



Andaikan Kau Datang
(Erwin Gutawa Ft. Ruth Sahanaya)
Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau ku tinggalkan

Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dansayangmu
Setulus pesanmu kepadaku
Engkau kan menunggu

Andaikan kau datang kembali
Jawaban apa yang kan ku beri
Adakah cara yang kau temui
Untuk kita kembali lagi

Bersinarlah bulan purnama
Seindah serta tulus cintanya
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini ku akhiri

Why Do You Love Me
(Erwin Gutawa Ft. Rio Febrian)

The time has come
That we must be apart
The memory is still in my mind
But you have gone
And you leave me alone

Reff:
Why do you love me
So sweet and tenderly
I do everything
To make you happy

But now everything
It’s only a dream
A dream that never comes
I only wait
Till true love will come

Album-album Karya Erwin Gutawa:
Salute to Koes Plus/Bersaudara (2004), Rockestra (2007), Erwin Gutawa Orchestra dalam A Masterpiece Of Erwin Gutawa (2011)

Penghargaan:
Penata Musik Terbaik Versi BASF (1989), Penata Musik Terbaik Midnight Sun Song Festival Finlandia (1992), Penata Musik dan Produser Terbaik AMI untuk Album Kala Cinta Menggoda (1997-1998), Penata Musik Terbaik AMI Album Badai Pasti Berlalu (2000), Penata Musik Terbaik AMI Album Instrumentalia (2001), Penata Musik Terbaik AMI Lagu Biarlah Menjadi Kenangan (2001), Penata Musik Terbaik versi Majalah News Musik (2001), Produser Terbaik untuk Album garapannya bertajuk Erwin Gutawa Salute to Koes Bersaudara/Plus (2004), Meraih Double Platinum Award, Produser Rekaman Terbaik AMI Award (2005), Penata Musik Terbaik AMI Award (2005), Karya Produksi Kolaborasi Artis Solo Duo/Group.

Sikap tokoh yang dapat diteladani:
1.      Merupakan sosok guru dan ayah yang baik 
2.      Bersikap profesional 
3.      Percaya diri 
4.      Pantang Menyerah 
5.      Selalu mencoba dan tidak takut gagal