Minggu, 03 Maret 2013

Globalisasi Teknologi Informasi

Kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat membuat bola dunia terasa makin kecil dan ruang seakan menjadi tak berjarak lagi. Cara pandang terhadap duniapun sudah berubah. Teknologi informasi dalam perubahan cara pandang itu telah menjadi ujung tombak berbagai perubahan lain yang dirasakan manusia di muka bumi ini. Namun, perubahan macam apa yang diciptakan dan ke arah mana perubahan itu berjalan? Siapa yang diuntungkan dan siapa pula yang dirugikan?
Globalisasi jaringan informasi mengakibatkan masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levis, atau hamburger melanda pasar dimanamana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desamenuju pada selera global.
Teknologi Informasi (TI) yang kini berkembang amat pesat, tak bisa dipungkiri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap seluruh proses globalisasi ini. Mulai dari wahana TI yang paling sederhana berupa perangkat radio dan televisi, hingga internet dan telepon gengam dengan protokol aplikasi tanpa kabel (WAP), informasi mengalir dengan sangat cepat dan menyeruak ruang kesadaran banyak orang. Perubahan informasi kini tidak lagi ada dalam skala minggu atau hari atau bahkan jam, melainkan sudah berada dalam skala menit dan detik.
Aspek Positif
  1. Memudahkan kita dalam mencari informasi tentang apapun.
  2. Masyarakat dapatberkomunikasi tanpa batasan.
Aspek Negatif
  1. Terjadinya kesenjangan ekonomi akibat dari kekalahan berkompetensi dalam bidang teknologi.
  2. banyak tenaga manusia di buat menjadi tenaga mesin 1 berbanding 10 yang akhirnya melambungnya tingkat pengangguran dan kemiskinan

MAFIA YANG MEMBUAT INDONESIA GAGAL JUARA AFF 2010??



          MAFIA YANG MEMBUAT INDONESIA GAGAL JUARA AFF 2010??


           
1 Desember 2010, dimana itu hari yang sangat berarti untuk para penikmat sepakbola di Indonesia maupun Negara lain, termasuk saya sendiri. Ya karna hajatan sepakbola asia tenggara terbesar (AFF SUZUKI CUP) yang dulu bernama Tiger cup  resmi di mulai. Indonesia dan Vietnam menjadi tuan rumah acara ini. Indonesia sendiri berada di Grup A bersama Malaysia, Thailand, Laos. Dan tuan rumah Vietnam berada di Grup B bersama Filiphina, Singapura dan Myanmar.
          Pada pertandingan pertama Indonesia melawan musuh yang dianggap menjadi musuh paling berat di grup A yaitu Malaysia. Saya menunggu pertandingan ini sejak masih di sekolah, sepulang sekolah jam semakin mendekatkan saya kepada laga itu, karna saya sebagai penikmat sepakbola di Indonesia. Pukul 19.00 wib di jam saya, ya pertandingan itu di mulai, saya menonton lewat layar tv di rumah. Selama pertandingan saya menikmatinya, dan hasil akhir Indonesia menang 5 – 1 melawan Malaysia dengan gol yg di cetak oleh own goal pemain Malaysia, Gonzales, M.Ridwan, Arif Suyono, dan pemain naturalisasi yang waktu itu sedang naik daun yaitu Irfan Bachdim. Saya menunggu idola saya di pertandingan ini, Sayang idola saya Bambang Pamungkas tidak main saat itu.
          Pertandingan ke dua Indonesia 4 Desember, Indonesia bertemu Laos di GBK. Saya yang sangat ingin memonton pertandingan ini kebetulan pagi pagi saya mendapat sms ajakan dari teman saya yaitu Nami. “Bro, mau nonton Indonesia vs Laos gak nanti” ujar Nami, yang pada saat itu beli tiket pada hari H adalah hal yang sangat mudah. “kebetulan banget nih bro lu ngajak, yaudah ayok” saya langsung jawab. Sorenya, saya janjian dengan Nami di POM bensin untuk pergi bareng bersama dia. Sesampainya di GBK sekitar jam 3 saya langsung mencari tiket di parkir timur senayan. Untungnya masih ada, belum habis. Saya membeli tiket paling murah saat itu yaitu 30 ribu  waktu itu di tribun atas. Sambil menunggu pertandingan itu di mulai, kami solat ashar dan menunggu pertandingan itu di masjid Al-Bina. Saya mencari jersey timnas di sekitar GBK untuk di gunakan pada saat nanti timnas bertanding. Ya ini jersey pertama saya dengan lambang garuda di dada. Sekitar jam 5, pintu gerbang sudah di buka. kami yang bosan karna tidak jelas di sekitaran masjid akhirnya memutuskan untuk masuk stadion terlebih dulu.
Setelah masuk ke stadion, Nami yang memang sifatnya "agak" narsis memintakan saya untuk mengambil foto dia dengan latar belakang gedung di sekitar GBK, yaudah lah saya ambil beberapa foto menggunakan HP. Setelah itu kami masuk dan mencari tempat yang menurut kami nyaman untuk menonton pertandingan itu. Disana kira kira kami masih menunggu 2 jam lagi untuk kick off laga Indonesia vs Laos. Ya , sambil menunggu itu, kami menonton laga antara Malaysia vs Thailand yang kebetulan berlangsung di GBK juga. Tribun masih kosong, tempat duduk masih tidak berpenghuni. Tapi lama kelamaan pendukung timnas Indonesia memenuhin sebagian tempat duduk dan stadion utama GBK ini.
Jam menunjukan 18.30 wib, scoreboarding terus memutar cuplikan piala AFF itu, dan Timnas Indonesia & Laos memasuki lapangan untuk menjajal lapangan GBK sebelum laga resmi itu mulai. GBK pun bergemuruh dengan nyanyian “GARUDA DI DADAKU GARUDA KEBANGGAANKU KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG” ya, lagu itu wajib dan menjadi nyanyian yang selalu ada di setiap pertandingan Timnas kita. Mendengar itu, bulu tangan saya berdiri karna berapa puluh ribu orang bersatu menyanikan lagu itu tanpa memandang ras, suku, agama maupun klub yang pernah ia dukung sebelumnya. Setelah selesai menjajal rumput GBK, kedua negara ini masuk kembali ke lorong untuk mengatur strategi masing masing negara. Sekitar pukul 18.54, kedua tim memasuki lapangan untuk memulai pertandingan, ya sebelum pertandingan di mulai yang pasti kedua tim menyanyikan lagu kebangsaannya masing masing. Pertama Laos menyanikan lagu kebangsaannya dengan serius, tapi kenapa penonton di GBK menyoraki saat timnas Laos bernyanyi. Setelah selesai, ya lagu kebangsaan kita, “Indonesia Raya” semua bertepuk tangan dan musik di mulai para supporter yg memenuhi stadion bernyanyi serentak mengikuti musik! Ya, ini membuat saya dan Nami dengan semangat yang sangat membara dan mata agak berkaca- kaca karna bahagia berpuluh ribu orang semua bergabung di satu tempat menyanyikan lagu Indonesia Raya!
Pertandingan di mulai, di menit 29 Indonesia mendapat penalty, Firman Utina berhasil mencetak gol lewat Penalti, GBK kembali bergemuruh. Di menit 34 Indonesia kembali mencetak gol dan meninggalkan Laos. Gol ke 2 lewat M.Ridwan. sampai babak 1 selesai Indonesia unggul 2 – 0. Babak kedua di mulai, semua mata tertuju ke rumput hijau, Firman utina kembali mencetak gol di menit ke 50, Irfan Bachdim, Arif Suyono, Okto maniani masing masing mencetak 1 gol. Peluit panjang berbunyi, Indonesia resmi menang 6 – 0 melawan laos.
Pulang dari stadion, di sekitar stadion masih di penuhi supporter yg juga ingin pulang. Iman yang membawa motor memang terlihat capek, tapi mungkin karna timnas menang semuanya terbayar.
7 Desember, Timnas bertemu tim yg beberapa tahun belakangan sulit untuk di kalahkan, yaitu Thailand. Kembali, saya merinding mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya walaupun di Tv. Tapi saya merasa menyesal, karna idola saya Bambang pamungkas bermain saat itu, walaupun main hanya dari babak ke 2. Tapi yang bikin saya menyesal adalah dia mencetak 2 gol kemengangan walaupun lewat penalty. Walaupun hanya menonton dari layar tv, saya ikut senang saat itu, karna Indonesia lolos ke semifinal dengan skor akhir 2 - 1!
16 Desember, semifinal leg pertama melawan Filipina yang saat itu tahun yang Berjaya buat mereka karna dengan 9 pemain naturalisasi saat itu meraka berhasil mencapai semifinal. Semifinal di lakukan di GBK karna saat itu stadion di Filipina tidak mencukupi standard Stadion untuk AFF. Sehari sebelum 16 september saya kembali mendapat ajakan dari Nami “Bro, lawan Filipina nonton yuk” kata Nami. “ayooo, tapi ajak yang lain biar rame” sahut saya. “eh tapi nanti gua sama mba gua yaaaa” jawab Nami. “lah, gua sama siapa?” jawab saya. “coba ajak Samit, mau gak dia?”. “oh yaudah’ jawab saya. Beberapa menit kemudian saya nanya “Sam, mau gak besok nonton Indonesai vs Filipina?” ujar saya. Samit jawab “kapan? Besok? Yaudah ayo.” lalu Samit pun mengajak temannya yang lain untuk nonton.
Siangnya, kami berempat menaiki motor menuju GBK untuk mencari tiket terlebih dahulu. Karna banyak berita jika membeli tiket di hari H tiket sudah habis. Akhirnya kami berempat mendapatkan tiket setelah mengantri 2 jam. Tapi itu masih selembar kwitansi bukan tiket langsung. Jadi kami harus menukarnya besok di hari H. Besoknya, Teman Samit gak bisa ikut nonton, jadi tiket masih tersisa 1. Nami sama mbaknya, saya sama Samit masih bingung 1 tiket itu buat siapa ....
Akhirnya, tiket itu pun untuk bapaknya Samit. Saya sudah tenang. Siangnya saya pergi duluan untuk menukarkan kwitansi itu dengan tiket langsung, sedangkan Samit dan bapaknya pergi jam 4 sore menggunakan Mobil. Ya sudah dapat tiket saya masih mutar mutar di sekitar stadion untuk menunggu Samit dan bapaknya. Sekitar jam 17.30 wib mereka datang, jelas kami langsung masuk ke stadion, tapi kami agak terlambat, karna tribun sudah hampir dipenuhi oleh supporter. supporter kembali bernyanyi, untuk menyemangatkan timnas Indonesia walaupun laga belum mulai. Ketika laga di mulai, Indonesia vs Filipina, Indonesia kesulitan mencetak gol dan pertandingan berlangsung keras. Untungnya di menit 34 Gonzales mencetak gol! Dan GBK Bergemuruh...! Gool.. Goolll! Di babak ke dua kedua Negara bermain rapi. Sampai peluit akhir skor tetap 1-0 untuk Indonesia menjadi pengaman untuk melanjutkan leg ke 2 yang juga di GBK.
Sepulang menonton pertandingan itu, saya pulang bersama Samit dan bapaknya menaiki mobil bapaknya. Karna mungkin saya merasa capek saya duduk didepan pula, di mobil saya nguantuk, saking ngantuknya dan kalaupun tidur saya ngerasa ga enak kan dan ketiduran. Bangun bangun ternyata sudah sampai di Depok. Saya istirahat dan tidur.
3 hari berikutnya pada tanggal 19 desember 2010, leg ke 2 semifinal Indonesia vs Filipina berlangsung. Pada saat itu Indonesia kembali menang 1 vs 0 melawan Filipina. Ini memastikan tiket Final untuk Indonesia di AFF 2010 ini. Di final Indonesia akan bertemu dengan musuh bebuyutan Malaysia yang saya pikir Indonesia akan menjadi juara AFF tahun ini karna Indonesia pernah bertemu dengan Malaysia di penyisihan Grup dan Indonesia menang 5 – 1.
Final berlangsung pada tanggal 26 Desember, ini final ke 4 kali untuk Indonesia di ajang ini, tapi sayang, Indonesia belum sekalipun menjuarainya hanya menjadi runner up pencapaian terbesar Indonesia. Indonesia akan menjalankan final leg 1 di bukit jalil Malaysia, sedangkan leg 2 yang berlangsung di GBK akan di laksanakan pada tanggal 29 desember.
Malam hari tanggal 25 desember handpone bergetar dengan tampilan sms masuk di hp saya, ternyata dari Nami mengajak saya membeli tiket untuk final di GBK nanti dengan isi “Bro besok nonton gak di GBK?” dan langsung saya balas dengan “ayo bro, kapan lagi bisa nonton Indonesia di final” beberapa menit kemudian hp saya kembali bergetar karna masuknya balesan sms“yaudah, besok jalan ya subuh subuh, biar gak ngantri panjang” memang saat itu masyarakat Indonesia sangat antusias menyambut laga ini sejak dari Indonesia masuk semifinal! . lalu saya menjawab, “hah! buset Gila lu ndro. Ngebela belain bgt datangnya jam segitu. Ah males ah gue siangan aja jam 7 an”. Kemudian iman membalas “deh yaudah besok gua sendiri aja”. Lalu dengan singkat saya membalas, “yaudah”.
Tanggal 26 desember 2010... saya bangun sekitar jam 07.30, membuka hp saya dan sudah banyak sms dari Nami! Dengan beberapa sms yg berisi dia sudah jalan ke GBK. Lalu saya segera bangun untuk mandi, dan langsung pergi ke GBK saat itu. Nami yang saat itu sudah mengantri di loket masjid Al Bina senayan, dengan puluhan ribu orang , sedangkan saya masih di dalam perjalanan menuju GBK.
Di perjalanan beberapa kali Nami member informasi. Sms Nami bertuliskan “Bro, gua di loket albina nih, cepet lo dimana”. balas saya “gue masih di kereta bro”. Sudah tidak ada balasan lagi. Setelah beberapa lama naik kereta akhirnya saya turun di stasiun cawang, lalu naik transjakarta dan turun di halte Jcc senayan. Saya sms Nami menanyakan posisi dia dimana sekarang. Lalu dengan balasan kaget dia menjawab “gue di parkir timur nih sekarang”. Dan saya pastinya kaget juga dengan sms dari iman. Karna yang tadinya mengantri tiket di Albina menjadi Pindah di Parkir timur. Lalu dengan cepat saya berjalan menuju parkir timur. Waw!!! Dengan kaget saya melihat antrian tiket yang sangat panjang! Disana saya bingung antara ikut mengantri atau tidak. Dengan bingung saya memutuskan mutar mutar di sekitaran parkir timur.
Sekitaran jam 10 saya sampai, satu jam kemudian hujan terjadi di sana, orang orang yang mengantri pun tidak membubarkan barisan mereka, karna jika bubar barisan merekan akan di tempati oleh orang yang ada di belakangnya. Beberapa jam kemudian, kabar mengejutkan kembali terjadi di loket ini. Ya kuota tiket di loket ini habis! Semua pengantri kecewa, sempat terjadi kericuhan, dan yang lebih parah lagi loket di sana dibakar oleh para calon penonton final AFF!
Lalu saya mencoba sms Nami “bro lo dimana?”. “gue di pintu 10 nih” jawab nami. “wah gila lu, tadi kata lu di parkir timur?” jawab saya. “nah itu dia, gua pindah, hujan tadi, yaudah lo cepet ke sini” jawab dia. Dengan lari lari kecil saya berlari ke pintu 10 GBK untuk kembali mengantri tiket.
Jam menunjukan pukul 14.30 wib. Keadaan masih belum jelas untuk tiket final ini. Calon penonton mengantri sangat panjang, dengan baju basah lepek, saya pun ikut mengantri. Saya mengeluarkan hp saya dan sms Nami “bro, lo dimananya?”. “Gue udah di dalam” jawabnya. Karna sangat lama saya pun keluar barisan untuk mencari dan menitip tiket ke Nami. Ternyata saya tidak menemukan dia. Lalu bertemu Lintar, “bro, Nami mana?” tanya dia. “masih ngantri di dalam” jawab saya. “hah belom dapet? Gua aja yang datang jam 7 udah dapet nih sekarang hahaha” jawab Lintar sambil mengejek. “tau tuh, gue juga belom dapet nih”. “oh yaudah, gua pulang duluan ya” kata Guntur.
Dengan keadaan pakaian basah, lepek, dingin, hujan semua demi perjuangan untuk mendapatkan tiket final AFF ini. Di pintu 10 ini kembali terjadi kericuhan! Yatuhaaaaan, calon penonton tidak tertib dan menyebabkan seluruh penonton masuk ke dalam stadion GBK! Panitia pun pergi.
Calon penonton semua memasuki tribun GBK. Sambil menunggu keputusan apa yang di ambil panitia untuk tiket final ini. Saya sms Nami “lo dimananya? Di dalem stadion bukan?”.Nami membalas “iya nih, gue di kursi hijau”. Lalu saya menjawab dengan cepat “tunggu!”. Dengan cepat saya pun menuju bangku hijau. Disana akhirnya saya menemukan Nami. Di saat yg seperti ini, penonton sudah masuk tribun, turun ke lapangan, duduk di VIP dll. Nami pun mengajak saya ke lapangan. Kampret, Di sana Nami ternyata malah minta foto di saat yg seperti ini. Dalam hati saya tertawa dan agak sedikit konyol dengan kelakuan iman di saat seperti ini. Hahaha...
Beberapa jam kemudian hp bergetar karna sms dari mama “mas, kamu dimana? Masih ngantri tiket? Hati hati tuh mama liat di berita ribut begitu!” dengan nada yg menurut saya tinggi. Lalu saya membalas “iya mah masih nih, ngga kok gak ikut ikutan ribut” jawab saya. Yasudah, di sana saya pun duduk di VIP untuk beristirahat sebentar. Lalu semua calon penonton kembali turun ke lapangan! Dengan keadaan bingung saya dan nami pun ikut ke sana. Ternyata ada pemberian kupon tiket oleh panitia tiket. Disana semua org berkumpul dan panitia menyebarkan tiketnya ke atas untuk di rebutkan oleh para calon penonton ini. Disini saya tidak mendapatkan kuponnya. Dan ternyata ini pun kembali menuai keributan! Panitia kembali menggagalkan ini semua.
Jam menunjukan pukul 17.00 wib. Kami sudah hampir 12 jam berada di sini hanya untuk tiket final AFF yang belum kami pegang. Ya akhirnya setelah semuanya duduk santai di bangku ini panitia tiket menjual tiket langsung ke pada para calon penonton ini. Seluruh calon penonton termasuk saya langsung mengantri. Setelah beberapa menit, akhirnya di depan saya si penjual tiket! Dengan rasa yang sangat senang, capek, basah, dingin semuanya menjadi satu! Ya perjuangan dari awal berakhir manis dan terbayarkan!!!
Dalam keadaan capek pun saya dan Nami sangat puas! Karna tiket FINAL AFF 2010 sudah di tangan! Lalu saya beristirahat sebentar sebelu pulang ke rumah. Sekitar jam 18.00 saya pun meninggalkan GBK untuk pulang ke rumah. Dengan keadaan lelah seperti ini saya pun menyemangatkan diri saya sendiri untuk cepat sampai rumah dan beristirahat.
Jam menunjukan pukul 18.30 yang berarti 30 menit lagi kick off pertandingan Indonesia vs Malaysia leg 1 dimulai. Sekitar pukul 19.00 saya pun baru menaiki bis dari cawang menuju depok. Ya kami pun memikirkan apa yang terjadi di bukit jalil sana, apakah timnas kita menang atau kalah. Nami mengajak saya untuk turun sementara di stasiun pasar minggu untuk mencarri makan di rumah makan yang ada tvnya dan sekalian untuk menonton pertandingan itu di televisi tempat makan itu, ya saya pun mengiyakan ajakan Nami. Sesampainya di pasar minggu Nami langgsung mencari rumah makan, akhirnya kami pun makan di rumah makan padang, dan pertandingan di tv baru berjalan sekitar 30 menit. Saya pun menyantap dengan nafsu makanan itu sambil menonton pertandingan itu hingga ke menit 45 atau babak pertama selasai. Dan setelah itu pertandingan masih 0 vs 0 sama imbang tanpa gol. Setelah pertandingan babak 1 selesai dan makanan pun habis kami langsung pulang dengan naik kereta menuju depok.
Dikereta pun kami kembali memikirkan hasil hasil yang terjadi di bukit jalil sana. Saya pun mendapatkan kabar sms dari teman saya Izo “Malaysia bermain curang dengan menggunakan laser dan petasan” katanya lewat sms. Saya tidak membalas sms itu. Tapi memang yang di katakan Izo itu sepertinya benar, karna sebelum pertandingan itu di berita berita tv Indonesia di sabotase dengan bubuk gatal ke para pemain Indonesia oleh Malaysia . lalu Indonesia juga tidak di berikan latihan untuk mencoba lapangan bukit jalil. Saya pun tidak tahu ini benar atau tidak. Tapi jika timnas kita di seperti itukan yang pasti saya pun tidak menerima. Akhirnya saya bertanya ke Izo kejadian laser dan petasan itu “hah? Emang bener?” Tanya saya. Izo pun menjawab “iya beneran itu, curang banget itu Malaysia mainnya”.
Hfffttt ... membuat saya agak sedikit emosi dengan yang terjadi di sana. Dan saya pun mendapat sms dari Izo “Indonesia sekarang kebobolan nih sama Malaysia”. Ya ini pun membuat saya kesal, lemas, lelah di tubuh ini semuanya makin terasa setelah Indonesia tertinggal. gak terasa Kereta pun sudah memasuki stasiun pondok cina, yang berarti 1 stasiun lagi saya harus turun. Hasil yang terjadi di bukit jalil pun saya tidak tahu. Akhirnya sampai di stasiun depok baru. Untung saja di warung di stasiun depok baru ini ada tv dan kebetulan menonton pertandingan final itu, saya pun mendekati tv itu dan yg pertama saya lihat adalah skor pertandingan. pertandingan sudah memasuki ke menit 80 an, dan Indonesia saat itu sudah tertinggal jauh, yaitu 3 – 0. Dengan sangat lemas saya pun berjalan menuju rumah.
Akhirnya saya pun sampai di rumah. Dan idola saya yang juga sebagai captain yaitu bambang pamungkas mengatakan “Masih ada 2 x 45 menit di Jakarta dan semua masih bisa berubah!” ini yang membuat saya akan optimis untuk Indonesia bias membalikkan keadaan di GBK rabu nanti! Lalu saya bersih bersih, istirahat dan tidur karna besok sudah kembali pergi ke sekolah.
Beberapa hari di tunggu tunggu akhirnya sampai juga. Ya sekarang tanggal 29 Desember 2010 itu tandanya final leg 2 yang berlangsung di GBK! Sepulang sekolah saya pun sama Nami bersiap siap untuk pergi ke stadion utama gelora bung karno untuk mendukung timnas Indonesia! Saya langsung pergi ke GBK dengan Nami penuh semangat. Karna Indonesia pernah menghabisi Malaysia 5 – 1 di tempat ini, di kandang kita! Ya akhirnya kami pun sampai di GBK. GBK di penuhi hampir 100.000 manusia pendukung Timnas Indonesia! semuanya beratribut Indonesia dan berwarna Merah yang melambangkan warna kebesaran Indonesia!. Disana pun turut ikut banyak wartawan Televisi yang belakangan ini sangat banyak ikut memengaruhi orang orang untuk menonton pertandingan ini. Di samping karna budaya daerah kita sering di akui oleh Malaysia, sekarang sepakbola kita yang telah di kalah kan oleh Malaysia yg menurut saya dengan cara curang karna menggunakan petasan dan laser. Seluruh pendukung Indonesia ini pun menjadi satu dalam satu tempat. Ya untuk mendukung timnas kita. Sekitar jam 16.00 pintu GBK pun sudah di buka, dan saya pun masuk ke Stadion bersama iman padahal waktu kick off jam 19.00 wib.
Waktu pun menunjukan pukul 19.00 wib. Sebelum Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Malaysia yang menyanyikan lagu kebangsaannya, namun di GBK saat Malaysia menyanyikan lagu kebangsaannya di penuhi dengan sorakan “huuuuu” oleh 95.000 orang di sepanjang Malaysia menyanyikan lagu ke bangsaannya. Di saat Indonesia Raya berkumandang di GBK ini semua orang tidak lagi memandang suku, tim, daerah, warna kulit, umur, dan sebagainya. Karna sekarang sudah bersatu untuk timnas Indonesia!
Kick off pun di mulai, di menit ke 18 publik GBK terdiam karna Indonesia kobobolan lewat gol Safee Sali. Malaysia menjauh dengan aggregate 4 – 0. Semua orang di GBK terdiam oleh gol tersebut. Di saat itu Indonesia kembali Bergemuruh setelah Indonesia mendapatkan penalty! Penalty di eksekusi oleh Firman Utina, tapi sayang Firman Utina gagal memanfaatkannya dan skor masih 1 – 0 untuk Malaysia dan Malaysia masih tetap unggul aggregate 4 – 0. Sampai babak 1 selesai skor masih tetap 1 – 0 untuk keunggulan Malaysia.
Babak ke dua di mulai, 95.000 seluruh pendukung Indonesia bernyanyi “Ayo Ayo Indonesia Ku Ingin Kita Harus Menang!!!” “Garuda Di Dada ku Garuda Kebanggaanku Kuyakin Hari ini Pasti Menang!!!” Indonesia! ..... Indonesia!  .... Indonesia! ...  suporter memberi semangat ke para pemain timnas Indonesia ini, Timnas Indonesia bersemangat setelah sepanjang 27 menit akhirnya Indonesia mencetak gol lewat gol Nasuha! Penonton kembali bergemuruh. Skor imbang 1 – 1 namun agreggat Malaysia masih unggul 1 – 4. Namun tidak ada yang tidak mungkin di sepakbola. Waktu memasuki 80 menit. Skor masih imbang 1 – 1. 7 menit berlangsung M.Ridwan mencetak goooool! Indonesia 2 – 1 Malaysia . kini Indonesia berbalik memimpin, namun sayang waktu tesisa tinggal 3 menit. Sepanjang waktu tersisa Indonesia terus menyerang, namun ternyata sayang , hingga pertandingan selesai skor tetap tidak berubah Indonesia hanya unggul 2 – 1. Dan Indonesia kalah aggregate dengan skor 4 – 2. Indonesia kembali gagal manjadi juara ke sekian kali setelah memasuki final. Mungkin ini kutukan untuk Indonesia hanya sampai ke partai final dan menjadi runner up. Seluruh penonton meninggalkan stadion dengan perasaan yang mungkin sedih, termasuk juga saya dan Nami yang sudah lelah dan tidak banyak bicara lagi. Tapi di samping itu Indonesia tidak kalah, Indonesia menang Namun Indonesia hanya tidak bisa mencetak lebih banyak gol di GBK yang bisa membuat Indonesia juara.
Kami semua pun pulang, dengan keadaan lemas, capek, dll tapi di samping itu semua demi Negara Indonesia tercinta kita. Mereka telah berjuang sekuat tenaga hingga mencapai partai puncak ini. Sesampainya di rumah, berita televisi memberitakan tentang gagalnya Indonesia di final AFF 2010 ini. Ya mungkin ini membuat saya dan Nami agak sedikit lemas. Tapi inilah perjuangan kita, dari 0 sampai selesai. Semua ini butuh perjuangan. Kita harus mengakui jika kita kalah. diluar hasil ini pun yang perlu di soroti adalah manajemen dalam penjualan tiket yang harus di perbaiki oleh indonesia dan juga calon pembelinya.
ada kata kata yang menurut saya sangat benar dang bagus, yaitu "jika kita tidak bias mendukung Indonesia di saat kalah, lebih baik tidak usah mendukung Indonesia saat menang."
Itu semua perjuangan kami untuk Negara tercinta kami, membela Indonesia di saat terpuruk mau pun merdeka. Yang saya banggakan dari Hajatan 2 tahunan ini adalah semua orang bersatu tanpa memandang ras, suku, kulit, bahasa, pulau, kota dll. Ini semua untuk Indonesia!!! Mungkin ini pengalaman beruntung kami, karna saat itu hanya ada satu Indonesia! Belum tentu tahun tahun berikutnya akan merasakan hal yang seperti ini. 95.000 orang bersatu dalam satu tempat dan menyanyikan lagu INDONESIA RAYA ! Tidak seperti sekarang, dualisme terjadi di mana mana. Ya mungkin Indonesia saat ini tidak lebih baik dari 2 tahun lalu. Dimana semua orang bersatu, tidak terpecah belah, membuat penonton Indonesia menjadi berkurang gairah untuk menonton di setiap pertandingannya.
Lirik lagu yang paling kami suka dari sepak bola Indonesia ini adalah “Katanya Bola Kita Rusuh. Katanya Bola Tak Bermutu. Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Janji Mendukung Bola Negeri Ini. Politik Berkelahi Saling Caci Maki. Bagi Kami Football For Unity !”
Semoga Indonesia bisa kembali sukses di ajang 2 tahunan ini, Sekarang piala AFF 2012 sudah berlangsung di Malaysia dan Thailand!
-Forza INDONESIA-